PENCURIAN JOGJA : Todongkan Pisau, Pelaku Ambil Perhiasan hingga Keris Korban

19 Desember 2016 10:19 WIB Sunartono Jogja Share :

Pencurian Jogja, pelaku menodongkan pisau kepada korban.

Harianjogja.com, JOGJA - Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di sebuah rumah di Jalan Gamelan 16 RT28/RW08 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Sabtu (17/12/2016) malam. Pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga setelah mengancam korban dengan pisau.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu korban Sri R. Woelandari, 58, sedang berada di rumah bersama Sumaryatun yang sudah berumur 90 tahun. Ketika itu secara tiba-tiba, seorang lelaki masuk ke dalam rumah dengan masih mengenakan helm. Kedua perempuan itu pun kaget.

Selain itu keduanya merasa ketakutan lantaran pelaku menodongkan pisau ke arah kedua korban sembari meminta ditunjukkan tempat penyimpanan perhiasan. Karena kedua korban tidak menunjukkan, pelaku pun mengobrak-abrik sebuah almari tetapi tak juga menemukan perhiasan. Diduga karena kesal tak menemukan perhiasan, pelaku kembali mendekati korban dan mengancam akan membunuh kedua korban. Merasa tertekan dengan ancaman pelaku, korban akhirnya menunjukkan lokasi penyimpanan perhiasan. Pelaku kabur setelah mengambil perhiasan serta membawa ponsel korban dan keris.

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Kasim Akbar Bantilan menyatakan pihaknya masih mendalami peristiwa itu. Sesuai keterangan korban, memang pelaku tiba-tiba masuk ke rumah. Pihaknya menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami sudah meminta keterangan saksi dan masih didalami. Saat ini dalam penyelidikan, semoga segera terungkap," terangnya saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/12/2016).

Ada dugaan, pelaku sudah mengetahui kondisi di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah barang milik korban yang dilaporkan diambil pelaku antara lain, satu unit ponsel merek Samsung, delapan keris dan perhiasan yang masih dalam penghitungan jumlahnya. "Dugaannya [pelaku] sudah mengetahui medan [tempat kejadian perkara]," ujarnya.