NATAL & TAHUN BARU : Lonjakan Penumpang Terlihat, Jumlah Penumpang Diprediksi Lebih Besar Dari 2015

General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama (dua kanan) memotong rangkaian bunga sebagai tanda pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru di depan Terminal A Bandara Adisutjipto, Minggu (18/12/Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja).
19 Desember 2016 07:55 WIB Jogja Share :

Natal & Tahun baru, jumlah penumpang diprediksi lebih besar.

Harianjogja.com, JOGJA -- Lonjakan jumlah penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto terlihat sejak H-8 Natal 2016. Pihak Angkasa Pura pun memprediksi jumlah penumpang libur natal 2016 dan Tahun baru 2017 kali ini akan melebihi tahun lalu.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama mengatakan, tahun lalu jumlah penumpang yang melalui Bandara Adisutjipto mencapai 22.000 penumpang. Sementara pada Sabtu (17/12) sudah mencapai hampir 21.000 penumpang.

“Setiap harinya rutin hanya 18.000. Insyaallah [jumlah penumpang] akan banyak lagi karena indikasinya sudah terlihat pada H-8 kemarin," katanya, saat membuka apel pagi sekaligus pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru di halaman Terminal A Bandara Adisutjipto, Minggu (18/12/2016) pagi. Pihaknya memprediksi, lonjakan penumpang akan terjadi pada H+2 natal dan Tahun Baru.

Pandu mengatakan, jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto selalu meningkat. Pada 2015, jumlah penumpang mencapai 6,4 juta sementara sampai Oktober 2016 ini sudah mencapai 6,2 penumpang. Jumlah penumpang ini jauh di luar kapasitas bandara yang hanya menampung 1,2 juta orang per tahun. Sementara jika dilihat dari okupansi airline juga mengalami peningkatan dari 70% menjadi 85% dan bahkan pada even tertentu mencapai 100%.

“Ini yang membuat kita harus siaga. Dengan penumpang yang bertambah berarti di sisi darat juga akan ada penambahan baik roda dua atau roda empat,” katanya.

Untuk itu dibutuhkan kerjasama beberapa pihak seperti dengan TNI dan kepolisian untuk ikut mengatur lalu lintas menuju bandara. Pandu mengatakan, 30 meter sebelum bandara adalah perlintasan kereta api. Hal ini membuat terjadi kemacetan panjang sampai ke Jalan Solo jika ada kereta api yang melintas.

Kepada airline pihaknya meminta untuk dapat tepat waktu karena keterlambatan keberangkatan berpengaruh pada jadwal berikutnya. Kepada pihak keamanan, Pandu meminta peningkatan sence of security-nya. Petugas perlu peka terhadap pergerakan baik manusia maupun kendaraan yang ada di sekitarnya. Ditemukannya bom di Bekasi menurut Pandu adalah rangkaian aksi terorisme yang ingin menyerang tempat-tempat umum, salah satunya bandara. “Maka kalau ada hal-hal yang mencurigakan harus tahu,” tegasnya.

PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto mulai Minggu kemarin sudah resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru. Posko yang terletak di depan lobi Terminal A tersebut beroperasi mulai 18 Desember 2016 sampai 8 Januari 2017. Keberadaan posko untuk melayani pengguna jasa angkutan udara sekaligus memantau trafik penumpang di bandara.

Sementara itu, pada Sabtu (17/12/2016) terjadi peristiwa atap ambrol di Bandara Adisutjipto. Liza Anindya Rahmadiani selaku Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto mengatakan, tidak ada korban jiwa pada pada kejadian itu.

"Tidak ada korban yang tertimpa, namun terdapat dua orang yang terkena cipratan air dan telah diberikan penggantian pakaian bersih,” katanya.H-7 Kenaikan Penumpang 5,19%
Per 18 Desember 2016, Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura 1 Bandara Adisutjipto, Liza Anindya Rahmadiani menyampaikan tahun ini ada peningkatan penumpang datang dan pergi dibanding tahun lalu. Adapun 2015-2016 jumlah penumpang datang dan pergi 11.201 orang dan 10.299 orang, sedang 2016-2017 berkisar 11.814 orang dan 10.687 orang. Dengan kata lain  ada peningkatan penumpang sebanyak 5,19 % untuk kedatangan dan 3,77% untuk keberangkatan atau total kedatangan dan keberangkatan 4,45%.

Lonjakan penumpang ini diikuti dengan kenaikan jumlah pesawat, 2015-2016 untuk kedatangan dan keberangkatan 72 kali, sedang 2016-2017 kedatangan dan keberangkatan 77 kali. Bila dipersentase, peningkatan kedatangan dan keberangkatan, 6,94%.

Penurunan disebutnya terjadi untuk kargo, 2015-2016 kedatangan dan keberangkatan 28.925 kg dan 58.642 kg sedang 2016-2017 berkisar 20.832 kg serta 28.432 kg.

"Rerata persentase kargo untuk kedatangan -28,13 persen, keberangkatan -51,37 persentase atau total kedatangan-keberangkatan -77,51 persen," tutup dia