Bupati Sleman Berduka atas Kecelakaan Suporter PSS di Tol Madiun, Ini Pesannya
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Ilustrasi cacing (Homeopathyworldcommunity.com)
Cacingan pada anak masih menjadi permasalahan yang perlu dipahami orangtua
Harianjogja.com, SLEMAN- Cacingan pada anak masih menjadi permasalahan yang perlu dipahami orangtua. Anak yang mengalami cacingan bisa berdampak buruk pada perkembangan hidupnya. Meski kasus anak cacingan di Sleman tergolong kecil, namun tetap perlu diwaspadai.
Kepala Bidang Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaini menjelaskan, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan program pengendalian kecacingan terintegrasi pada anak usia dini hingga 12 tahun.
Dinkes, katanya, memberikan obat cacingan secara gratis di tiap-tiap Puskesmas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus cacingan pada anak.
“Sebenarnya kasus cacingan di Sleman cukup rendah. Kami lakukan penelitian tahun ini di lima Puskesmas. Dari 500 sample anak yang diteliti secara acak, hanya delapan anak saja yang positif cacingan,” ujar Novi sapaan akrab Novita kepada Harianjogja.com, Selasa (20/12/2016).
Dia menjelaskan, banyak jenis cacingan yang dapat menyerang anak. Salah satu tujuan pemberian obat cacingan yang dilakukan, katanya, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit kaki gajah.
Selain itu, pemberian obat cacing massal dilakukan agar pertumbuhan anak tidak mengalami gangguan. “Kalau anak terkena cacingan, bisa menyebabkan gangguan pada pertumbuhannya. Tidak hanya kekurangan gizi, anemia dan gangguan lainnya. Termasuk gangguan kecerdasan pada anak,” ucapnya.
Jenis cacing yang dapat menyerang anak beragam. Mulai oxyuris, ascariasis L, dan Ancylostoma. Selain masuk lewat mulut, cacing-cacing tersebut juga bisa masuk lewat pori-pori kulit.
“Telur cacing bisa masuk lewat tangan yang kotor. Kadang anak tidak menyadari itu. Oleh karenanya, kami selalu mengingatkan orangtua agar mereka menanamkan perilaku hidup sehat kepada anak-anaknya,” ujar Novi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Bambang Suharjana menjelaskan, pemberian obat cacing sudah dilakukan di sekolah-sekolah.
Tahun ini, pihaknya memberikan obat cacing di 50 sekolah dasar bagi 6.150 siswa kelas satu hingga kelas enam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kasus cacingan pada anak.
Selama ini, wilayah DIY merupakan daerah non endemis filarial sehingga dilakukan pemberian obat cacing massal. Selain untuk meningkatkan kecerdasan anak, pemberian obat cacing tersebut dilakukan untuk menurunkan prevalensi (angka kesakitan) cacingan di DIY yang mencapai 20-50%. “Kami juga memberikan penjelasan pada anak-anak jika bermain pasir atau tanah untuk segera mencuci tangannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
AiMOGA memperkenalkan Mobo, robot humanoid setinggi 0,9 meter yang mampu menjalankan 16 tugas paralel dan mendukung lebih dari 20 bahasa.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
OJK meminta BEI memperkuat pengawasan saham tidak wajar dan mempercepat penegakan hukum demi menjaga integritas serta kepercayaan investor.
Lula da Silva terpilih kembali sebagai Presiden Brasil setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro. Simak perjalanan hidup dan karier politiknya.
Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 dibuka 27 Oktober–4 November 2026. Simak jadwal cek eligibilitas, lowongan, dan pelamaran di MagangHub.