NATAL 2016 : Pesan Natal dari Bantul, Manusia Ditugaskan Menjaga Alam

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuUmat Kristiani melakukan Kebaktian Natal dengan menyalakan lilin di Gereja Kristen Jawa, Manahan, Solo, Sabtu (24 - 12) malam. Ibadah Natal di kota Solo berlangsung Khidmat.
25 Desember 2016 12:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Natal 2016 menjadi momentum untuk mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga kelestarian alam

Harianjogja.com, BANTUL-Perayaan Natal yang merupakan peringatan kelahiran Yesus menjadi memomentum untuk mewujudkan cinta kasih Tuhan. Salah satunya adalah dengan menjaga kelestarian lingkungan, dan alam semesta ciptaan Tuhan, agar terhindar dari bencana.

Perwujudan cinta kasih salah satunya adalah dengan menjaga ciptaan Tuhan. Sudah menjadi tugas manusia untuk melestarikan Lingkungan dan alam semesta ciptaan Tuhan.  Hal itu disampaikan Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, saat akan mengisi khotbah Misa Malam Natal Di Gereja  Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (24/12/2016) malam.

“Alam ini adalah Tuhan sendiri yang menciptakanya, maka kalau menjadi perwujudan kasih Tuhan juga termasuk di dalamnya mengasihi alam ciptaan ini. Melestarikan alam ciptaan ini supaya tetap lestari sebagai tanggapan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu, dan manusia ditugaskan untuk menjaga alam agar terhindar dari bencana,” Kata Romo.

Sebab menurutnya bencana alam yang terjadi bukan hanya karena alam itu sendiri, namun juga sebagai akibat dari kesalahan manusia yang tidak bisa mengelola alam dengan baik. Contohnya adalah eksploitasi yang berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan alam itu sendiri.

Lanjutnya lagi, selain melindungi dan melestarikan alam. Dia juga berpesan supaya momentum Natal dapat menjadi perwujudan cinta kasih Tuhan yang menghormati perbedaan dan keragaman. “Sebagaimana kasih Tuhan kepada seluruh umat manusia siapapun itu, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya,” ujar dia.

Cinta Kasih itu sekiranya perlu untuk dilanjutkan oleh seluruh umat manusia. Secara khusus kata dia adalah umat kristiani dan katolik yang diutus menjadi perwujudan kasih Tuhan di jaman ini.

Dalam Misa yang dihadiri ribuan jemaat itu berlangsung aman dan khidmat. Sejumlah polisi, TNI, serta organisasi masyarakat nampak ikut menjaga situasi keamanan Misa Malam Natal. Bahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jamaat yang akan memasuki gereja hurus dilakukan pemeriksaan dengan metal detector.

Gereja HKTY Ganjuran merupakan salah satu gereja terbesar yang berada di Bantul. Sejumlah jamaat dari luar daerah bahkan datang secara khusus datang untuk mengikuti Misa Malam Natal di gereja tersebut. Sehingga Kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo, hal itu menjadi perhatian khusus petugas keamanan.

“Di di sini [Gereja HKTY Ganjuran] jamaatnya banyak bahkan ada yang datang dari luar kota, sehingga menjadi perhatian khusus kami. Saya ditugaskan langsung oleh Pak Kapolres untuk menjaga di sini [Gereja HKTY Ganjuran]. Tadi Pagi juga sudah ada Tim Gegana dari Polda DIY yang sudah melakukan sterilisai dan memastikan keamanan lokasi,” kata Anggaito.