Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Tatik, salah satu pedagang bunga ziarah di Pasar Beringharjo yang sedang menunggui pembeli, Selasa (27/12/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Mubeng Beringharjo kali ini berhenti pada penjual bunga
Harianjogja.com, JOGJA-- Di salah satu sudut di lantai tiga Pasar Beringharjo, Tatik (42) warga Bangunjiwo, Bantul menggelar dagangan bunga-bunga yang kerap digunakan untuk tradisi nyekar. Sejak pagi, ia baru mampu menjual dua keranjang ukuran sedang.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, ada sekitar enam penjual bunga mawar yang menempati lokasi jualan lesehan di lantai tiga pasar Beringharjo. Tak terlalu banyak pesaing memang, namun penjualan Tatik sejak satu minggu terakhir tak begitu menggembirakan.
"Meski tidak sepi tapi aneh juga kalau dibilang ramai, " kata Tatik saat dijumpai Harianjogja.com Selasa (27/12/2016).
Ketika disinggung mengenai penjualannya yang bertepatan dengan saat libur natal dan tahun baru 2017, Tatik mengatakan tak terlalu banyak memberikan pengaruh. Hal tersebut jika dibandingkan saat puasa umat muslim dan saat bulan ruwah (salah satu bulan dalam kalender Jawa) tiba, ia mampu menjual hingga lebih dari 50 keranjang bunga mawar ukuran sedang. Selain itu, harga yang ditawarkan untuk satu keranjang pun dapat naik hingga tiga kali lipat.
"Kalau saat ini cuman bisa jual di kisaran harga Rp25.000 untuk ukuran besar serta Rp15.000 untuk ukuran kecil," terang Tatik.
Dengan kondisi sepinya pembeli saat ini, tak hanya berdampak pada penghasilannya yang minim namun juga resiko ia harus membuang bunga-bunga yang telah terlanjur layu. Tatik tak dapat menolak dagangannya yang kunjung layu dalam waktu dua hari tersebut. Mau tak mau ia mesti mengikhlaskan bunga untuk dibuang jika tak laku.
Namun ia cukup bersyukur karena masih ada beberapa orang yang mampir untuk membeli dagangannya untuk keperluan berziarah. Tatik pun tak berniat untuk menutup lapak jualannya yang telah ia geluti selama tiga tahun terakhir tersebut.
Ia memilih untuk meneruskan warisan ibunya yang telah puluhan tahun berdagang kembang. Selain mawar, bunga ziarah lainnya yang ia perjual belikan yakni seperti melati, kantil, dan kenanga.
"Walau pembelinya sepi, saya tetap terus berjualan. Ini amanah ibu saya, " kata Tatik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.