Pemkab Bantul Wacanakan Penambahan Honor Anggota SAR

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOTANAH LONGSOR -- PetugasBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten bantul bersama tim SAR dan relawan membersihkan rumah Zunaidan yang tertimbun tanah longsor di Dusun Mojosari, Srimartani, Piyungan, Sleman, Rabu (7/3). Tanah longsor terjadi pada Selasa (7 - 3) sore itu menyebabkan satu rumah rusak tertimbun longsoran dan tiga rumah di kawasan tersebut terancam lonsor susulan.
30 Desember 2016 20:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pemkab Bantul mewacanakan penambahan honorarium personel SAR

Harianjogja.com, BANTUL-Tak sebandingnya tingkat kesejahteraan personil Search and Rescue (SAR) memicu munculnya wacana penambahan honorarium personel SAR. Penambahan itu rencananya akan diambilkan dari sebagian pendapatan retribusi wisata.

Pelaksana Harian (PLH) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menjelaskan, dengan panjang pantai pesisir selatan Bantul yang mencapai 13,7 kilometer, hanya terdapat personil SAR sebanyak 92 orang saja dengan honorarium sebesar Rp700.000 per bulannya.

“Selain dari kabupaten juga ada dari provinsi, besarannya berapa kurang tahu tapi tidak lebih tinggi dari kabupaten,” katanya, Kamis (29/12/2016) siang.

Meski terkadang turut ambil bagian dalam membantu penanganan kebencanaan di luar pantai, setiap harinya mereka lebih banyak berjaga untuk pengamanan wisatawan yang berkunjung ke pantai. Dengan adanya penjagaan petugas SAR diakui wisatawan akan lebih merasa nyaman dan bisa berlama-lama bermain di pantai.

"Ketika wisatawan nyaman dan ada tambahan kunjungan tentu ada kontribusi bagi peningkatan PAD," ungkapnya.

Itulah sebabnya, saat disinggung mengenai masalah kesejahteraan bagi personil SAR, Dwi mengaku sudah pernah membahasnya dengan pihak DPRD Bantul. Ia pun menyarankan adanya penataan ulang terkait posisi personel Tim SAR.

Dengan fungsi seperti sekarang, personel SAR lebih bisa dipandang sebagai life guard atau penjaga pantai seperti yang ada di Pangandaran maupun Bali. "Nanti honorarium diambilkan dari retribusi wisata meski hanya satu rupiah tiap tiket tapi kan bisa banyak," ungkapnya.

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan personil SAR, dana dari retribusi wisata itu diharapkan bisa juga untuk pengadaan sarana prasarana penunjang keselamatan wisatawan yang berkunjung di pantai.