Advertisement
RAZIA SLEMAN : Patroli Miras dan Konvoi akan Digalakan saat Malam Tahun Baru
Advertisement
Razia Sleman dilakukan untuk memciptakan situasi yang kondusif
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jajaran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggalakan patroli miras dan melarang kegiatan konvoi saat malam tahun baru. Hal tersebut diungkapkan Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat ditemui di Mapolda DIY, Kapolda sudah memerintahkan jajaran ditingkat Polres dan Polresta untuk meningkatkan kegiatan patroli saat malam tahun baru.
Advertisement
"Malam tahun baru memang ada keidentikan dengan konvoi ataupun pesta miras. Dengan demikian kami akan memberikan tindakan tegas dengan menangkap saat mendapati mereka melakukan hal tersebut," kata Dofiri, Kamis (29/12/2016).
Dikatakannya, sebetulnya untuk giat patroli pengamanan konvoi dan miras dan narkoba sudah selalu dilakukan setiap hari. Hanya saja, saat malam tahun baru hal tersebut akan dilakukan dengan giat yang lebih besar.
Pengamanan dilokasi-lokasi yang dinilai rawan juga dilakukan, contohnya untuk wilayah kota beberapa titik sudah dipetakan menjadi titik yang rawan kemacetan dan rawan dengan adanya tindak kriminal yakni di sepanjang jalan Malioboro sampai titik nol kilometer Yogyakarta, Alun-alun utara dan selatan, stadion mandala krida. Kemudian Bantul di Stadion Sultan Agung, serta beberapa wilayah pantai seperti Parangtritis, dan Depok.
Untuk wilayah Sleman di Stadion Maguwoharjo dan Kaliurang. "Pada dasarnya masyarakat akan berkumpul di lokasi-lokasi wisata atau jalan protokol di masing-masing wilayah. Dengan demikian pengamanan di titik-titik tersebut kami tingkatkan," katanya.
Kapolda mengimbau bagi masyarakat untuk tidak melakukan konvoi saat malam tahun baru, sementara bagi club motor yang biasa melakukan touring, kata Kapolda sebaiknya untuk melengkapi surat kendaraan serta menggunakan perlengkapan yang standar.
Kemudian juga ditegaskan untuk tetap menaati aturan lalu lintas dengan tidak ugal-ugalan di jalan supaya juga tidak membahayakan pengendara lain.
"Selain miras, konvoi juga menjadi fokus pengamanan. Karena beberapa kasus klithih yang muncul awalnya bermula saat kegiatan konvoi. Club motor yang berkendara juga jangan ugal-ugalan harus tetap mematuhi peraturan lalu lintas, jika tidak kami juga tidak akan segan untuk melakukan tindakan tilang," pungkas Dofiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Kasus Keracunan MBG, BGN DIY Minta Evaluasi Total SOP
Advertisement
Advertisement




