PROYEK JALAN JOGJA-SOLO : Kemacetan Tak Separah Prediksi

Pekerja menggarap proyek perbaikan Jembatan Sorogenen di Jalan Jogja/Solo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan.
17 April 2017 09:55 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Proyek Jogja-Solo masih dalam proses pengerjaan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Segelintir kendaraan besar termasuk bus wisata masih tetap melintas di ruas Jembatan Sorogenen yang sedang dalam perbaikan. Kendati demikian kemacetan lalu lintas di ruas jalan Solo-Jogja sendiri diklaim tidak terlalu parah meski antrian kendaraan tetap mengular.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/04/07/proyek-jalan-jogja-solo-antisipasi-kemacetan-ini-solusi-yang-ada-807896">PROYEK JALAN JOGJA-SOLO : Antisipasi Kemacetan, Ini Solusi yang Ada

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Ana Rina mengatakan kemacetan tetap terjadi selama long weekend kemarin. Antriaan kendaraan yang terjadi cukup panjang dan sudah diprediksi sebelumnya.

“Macet tapi tidak parah seperti dibayangkan sebelumnya,”terangnya kepada Harianjogja.com pada Minggu (16/4/2017).

Sejumlah pengaturan dilakukan salah satunya berupa buka tutup jalur. Meski demikian, kendaraan berat masih banyak yang tidak mematuhi rambu lalu lintas agar melalui jalur alternatif.

Kendaraan yang keluar dari bandara dilarang langsung menuju timur dan diarahkan harus mengambil jalur barat dahulu sebelum berputar arah. Sementara itu, perlambatan terpaksa dialami kendaraan yang datangdari arah barat dan timur. Ana menyebutkan kemacetan yang dialami kendaraan dari arah Solo selama 3 hari belakangan terjadi hingga 3 kilometer. Sementara kendaraan dari arah barat relatif lebih pendek.

Keberadaan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sisi ruas jalan dekat dengan jembatan tersebut sejauh ini dinilai belum terlalu mengganggu. Karena itu, belum perlu dilakukan penertiban guna kebutuhan tersebut.

Pengawasan juga dilakukan pada ruas jalan Solo-Jogja yang dekat dengan salah satu wahana perbelanjaan yang baru dibuka 2 pekan lalu. Sebagaimana diketahui, daerah itu menjadi satu titik kemacetan baru di jalan provinsi tersebut karena antrean pengunjung yang hendak masuk.
“Masih macet tapi tidak separah ketika baru dibuka minggu lalu,”jelas Ana.

Pihaknya sudah meminta kepada pengelola agar jalur masuk dan keluar wahana diatur sedemikian rupa di sisi yang berbeda agar tidak menyebabkan kemacetan. Kemacetan juga. Tamabh Ana, disebabkan banyaknya pengunjung yang masih bingung akan jalur menuju areal tersebut.

Sementara itu, Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudi Satria, menyatakan kendaraan selama akhir pekan ini cenderung sepi dibanding akhir pekan biasanya. Hal ini dinilai dari kendaraan yang tetap bisa melintas meski dalam kecepatan rendah. Dikatakan jika sejumlah kendaraan yang lewat areal perbaikan Jembatan Sorogenen masih bisa lewat dengan kecepatan di atas 10 kilometer/ jam.

“Jalur padat tapi tidak stagnan, hanya terjadi perlambatan,”ujarnya.