UNBK 2017 : Sekolah yang Gabung Didominasi dari Swasta

Para siswa kelas IX SMP Negeri 1 Galur mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang laboratorium komputer sekolah, Senin (25/4/2016). (Foto Istimewa - Dok.SMP Negeri 1 Galur)
22 April 2017 06:21 WIB Jogja Share :

UNBK 2017, ribuan siswa SMP sederajat bersiap diri.

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 51.133 siswa SMP sederajat di DIY akan melangsungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), 2-6 Mei mendatang. Dari jumlah itu data sekolah penyelenggara ujian mandiri dan gabungan angkanya hampir mendekati imbang.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/2017/04/21/unbk-2017-ujian-gabungan-dan-mandiri-tingkat-smp-sama-rata-811591">UNBK 2017 : Ujian Gabungan dan Mandiri Tingkat SMP Sama Rata
Kepala Disdikpora Kadarmanta Baskara Aji, belum lama ini menyatakan SMP yang masih mendompleng didominasi oleh sekolah swasta.
Kendati masih banyak SMP  yang belum memiliki sarana pendukung UNBK, Aji meyakini opsi menggabung tidak akan menjadi kendala besar meski jumlahnya cukup banyak.

Saat UNBK SMK dua pekan lalu, jumlah siswa yang ndompleng ujian hanya sebanyak 163 peserta dari 24.794 peserta. Kemudian saat UN SMA jumlahnya agak lenih bayak yakni  1.180 peserta dari keseluruhan peserta sebanyak 20.454 siswa.

"Saya sudah kirim permintaan peminjaman tempat dah sudah clear semuanya. Kan SMK dan SMA sudah selesai ujian, jadi sarana di situ bisa dimanfaatkan oleh para peserta ujian tingkat SMP," ujar Baskara Aji.

Sejumlah SMP pun juga sudah mempersiapkan secara matang penyelenggaraan UNBK itu. Di SMP Negeri 2 Kalasan bahkan perangkat server dan komputer sudah dirangkai jauh-jauh hari sebelumnya.

"Mungkin pekan depan tinggal pengecekan server saja. Unit komputer memang sudah terangkai sejak simulasi UNBK terakhir," ujar Wakil Kepala SMP Negeri 2 Kalasan Sri Banowati saat dimintai konfirmasi, Jumat (21/4/2017) siang.

Dia menjabarkan, dalam UNBK nanti sekolahnya menyelenggarakan secara mandiri. Kebetulan di sekolahnya ada 60 unit komputer sehingga mencukupi untuk mengkover 180 peserta ujian di situ.

"Jadi nanti kita gelar tiga sesi. Masing-masing sesi diikuti 60 peserta," tandasnya.

Pelaksanaan ujian sekolah yang berakhir Jumat kemarin juga sudah berjalan sukses tanpa kendala. Berbeda dengan Ujian Nasional, dalam ujian sekolah masih menggunakan sistem manual atau paper based test (PBT).

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Jogja Rudi Prakanto menyatakan kesiapannya untuk meminjamkan tempar bagi sekolah yang belum memiliki sarana komputer. Sejauh ini menurut Rudi, penataan sudah dilakukan oleh Disdikpora DIY besama Dinas Pendidikan Kota Jogja. Dari penataan tersebut awalnya SMA Negeri 1 Jogja akan dipakai ujian oleh siswa SMP Negeri 2 Jogja. Hal itu berdasarkan jangkauan lokasi antara dua sekolah itu yang tidak terlalu jauh.

Tapi baru-baru ini Rudi mendengar SMP Negeri 2 Jogja akan melakukan UN secara mandiri.

"Kepastiannya memang belum ada pembatalan, tapi jika nantinya mau ujian di SMA Negeri 1 Jogja, kami selalu siap mensuport," jelas Rudi.