Advertisement
Jual Murah Daging Ayam, RPA Kuwon Diprotes Pedagang Pasar
Advertisement
Daging ayam yang dijual terlalu murah dikeluhkaan
Harianjogja.com, BANTUL -- Pendirian Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Dusun Kuwon, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro diprotes puluhan pedagang daging ayam di Pasar Angkruksari. Pasalnya, RPA yang lokasinya hanya beberapa meter dari pasar itu tak hanya melakukan aktivitas pemotongan ayam saja, melainkan juga menjual daging ayam eceran dengan harga di bawah standar.
Advertisement
Erni, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Angkruksari mengakui, pihaknya selama ini menjual daging ayam dengan kisaran harga Rp27.500-Rp28.000 per kilogram. Sedangkan di RPA itu, daging ayam dijual dengan harga Rp25.000 per kilogramnya.
Kondisi itu tak pelak membuat dagangannya sepi pembeli. Pasalnya, dengan harga lebih mahal, ditambah dengan beban ongkos parkir yang diterapkan pihak pengelola pasar, menyebabkan pelanggannya lebih memilih daging ayam yang dijual oleh pihak RPA.
Untuk itu, pihaknya sempat berencana membuka lapak daging ayam di luar kompleks pasar. Namun hal itu diurungkannya dengan alasan akan menyebabkan pasar yang masih dalam masa pemeliharaan itu akan semakin sepi. “Kami sempat ingin buka lapak di luar pasar. Tapi kami pikir itu akan merugikan pasar kami sendiri,” katanya, Sabtu (22/4/2017).
Itulah sebabnya, para pedagang ayam di Pasar Angkruksari itu berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga tersebut. Prinsipnya, para pedagang tak pernah mempersoalkan pendirian RPA itu, asalkan tidak menjual daging ayam eceran, terlebih dengan harga di bawah pasar. “Setelah diundang dinas [Perdagangan] Jumat [21/4] lalu, hari ini kami datangi rumah salah satu anggota DPRD Bantul yang ada di sekitar sini,” cetus Erni.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengaku akan segera menindaklanjuti pengaduan warga itu. Salah satunya adalah dengan mendatangi lokasi RPA tersebut. “Intinya hanya klarifikasi dulu. Kalau tidak berhasil barulah kami akan undang pemiliknya ke kantor,” katanya saat dikonfirmasi terpisah.
Selain itu, Subiyanta menduga, penjualan dengan harga di bawah pasaran itu sengaja dilakukan pemilik RPA sebagai bentuk promosi usahanya. Pasalnya, dari pantauan pemerintah, RPA itu memang belum lama beroperasi, nyaris berbarengan dengan dioperasikannya Pasar Angkruksari.
Sementara Anggota DPRD Bantul Suradal yang kediamannya sempat didatangi puluhan pedagang, Sabtu (22/4) pagi pun menjanjikan akan segera melakukan komunikasi dengan instansi terkait. Menurutnya, pihak instansi terkait harus segera mengambil langkah strategis sebelum konflilk antara pedagang dan pemilik RPA itu semakin meruncing. “Pemilik RPA itu kabarnya adalah warga Bantul sendiri kok,” kata Suradal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Caroline Lang Mundur dari SPI Usai Namanya Muncul di Dokumen Epstein
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kemarau Basah dan Warga Disiplin Tekan Angka Kebakaran di Kulonprogo
- ORI DIY Serap Aspirasi Petani Parangtritis soal Pelayanan Publik
- Lurah Grogol Gunungkidul Ditahan Atas Kasus Penggelapan Kendaraan
- Generasi Muda Kulonprogo Pilih Bertani Hortikultura daripada Padi
- Penataan Kawasan Mrican Segmen 2 Sleman Masih Tunggu Izin Lahan TKD
Advertisement
Advertisement



