Nahdliyin Bantul Serukan Tolak Radikalisme

24 April 2017 16:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serukan anti radikalisme

Harianjogja.com, BANTUL--Gelar Apel Kebangsaan dan Istighosah Kubro, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serukan anti radikalisme.

Dalam apel yang digelar di Lapangan Paseban, Senin (24/4/2017) itu, Ketua Tanfidziyah Bantul Yasmuri menegaskan bahwa Nahdliyin menolak tegas segala bentuk kegiatan yang berujung pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, Nahdliyin juga siap menegakkan kedaulatan dan keutuhan NKRI. “Nahdliyin juga siap menegakkan marwah serta tunduk pada fatwa Nahdlatul Ulama,” tegas Yasmuri.

Ditemui sebelum digelarnya apel itu, Yasmuri menjelaskan, NU memiliki tantangan yang lebih besar sebagai benteng pertahanan kesatuan bangsa. Pasalnya, upaya merongrong Pancasila sebagai dasar negara semakin hari semakin nampak sebagai gerakan yang cukup masif.

“Kami punya tanggungjawab besar melindungi bangsa ini dari pergerakan intoleransi dan memecah kesatuan umat,” ungkapnya.

Bantul yang 60% masyarakatnya didominasi oleh Nahdliyin, diakuinya rentan terkontaminasi paham radikal. Dia menilai masjid menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran oknum untuk menyebarkan faham tersebut kepada warga NU di wilayahnya.

Itulah sebabnya, sejak setahun terakhir, pihaknya telah melakukan penguatan kelembagaan serta pengelolaan di sejumlah masjid NU. Salah satunya dengan memberi prasasti atau plakat NU di masjid yang  masih melakukan amaliyah ahlisunnah wal jamaah.

“Bukan mengkotak-kotakkan itu masjid NU atau bukan, tapi seperti yang dilakukan oleh MWC Pandak, masjid dengan prasasti NU itu menunjukkan bahwa amaliyah ahlisunnah wal jamaah masih terus dilakukan,” imbuh Yasmuri.

Terpisah, Bupati Bantul Suharsono memberikan apresiasi terhadap aksi PCNU itu. Ia menegaskan, melalui apel kebangsaan itu, PCNU bisa memberikan teladan kepada masyarakat luas agar bisa lebih saling menghormati dan menghargai apapun agama dan kepercayaannya. “NKRI harga mati. Masyarakat jangan terpecah belah,” tegasnya saat ditemui usai acara tersebut.