Sleman Kekurangan Pendamping PKH

Pencairan PKH di Sleman (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
25 April 2017 00:19 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Kenaikan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Sleman berdampak pada kurangnya jumlah pendamping

Harianjogja.com, SLEMAN-Kenaikan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Sleman hingga 50.392 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdampak pada kurangnya jumlah pendamping. Saat baru terdapat 86 pendamping pendamping yang beroperasi di Sleman.

Jumlah KPM di Sleman pada tahun 2016 hanya mencapai 3.008. Dengan jumlah itu, Kepala Dinas Sosial Sleman, Sri Murni Rahayu  mengatakan masih membutuhkan tambahan pendamping sekitar 109 orang.

Karena itu, dengan kenaikan jumlah PKM maka jumlah pendamping juga harus disesuaikan. “Perbandingannya terlalu melebihi kuota, jadinya membebani,”jelasnya pada Senin (24/4/2017).

Meski belum mengkalkulasi jumlah kebutuhan pendamping terbaru, ia menyebutkan paling tidak 1 orang pendamping idealnya mendampingi sekitar 30 KPM. Dengan kondisi saat ini maka sulit bagi pendamping untuk bekerja secara optimal. Pemkab sendiri sebelumnya berupaya menyampaikan permintaan penambahan kuota pendamping secara tertulis pada kementriaan pada Januari lalu.

Pendamping PKH sendiri bertugas mengawasi perubahan kondisi dari KPM. Disampaikan jika dalam penilaian KPM itu terdapat unsur siswa sekolah dan anak balita, pendamping harus melakukan pengecakan apabila di kemudian hari keluarga tersebut tidak lagi memiliki balita maupun anak sekolah.

“Jika sudah tidak ada anak sekolah maka tidak lagi termasuk dalam KPM karena ini data dinamis,” jelas Sri.

Adapun, kenaikan jumlah PKM sendiri didasari perubahan kebijakan dari Kementeriaan Sosial. Jika pada tahun sebelumnya, penerima PKH hanya mencakup keluarga sangat miskin maka tahun ini penerima diperlebar hingga keluarga miskin dan rentan miskin. Hal ini, menurut Sri, yang menyebabkan lonjakan penerima PKH. Meski demikian, angka kemiskinan di Sleman sendiri pada tahun 2016 turun sebanyak 1,16% dari tahun sebelumnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengakui kurangnya pendamping PKH di Sleman. Hal ini juga telah disampaikan secara langsung dalam kunjungan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parwansa pada pekan lalu.

Menurutnya, penambahan jumlah pendamping memang diperlukan agar target dari program pengentasan kemiskinan ini semakin cepat terpenuhi. “Kalau ditambah bisa jadi cepat pendampingannya, semakin bagus memberikan motivasi,”ujar dia.

Disampaikan jika perekrutan pendamping PKH merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Namun, diperkirakan akan ada rekrutmen penambahan yang dilakukan pada Mei mendatang di Sleman. Pemkab sendiri akan melakukan koordinasi untuk mengetahui jumlah kebutuhan riil di lapangan.