PERTUMBUHAN EKONOMI JOGJA : Inflasi Mungkin Terjadi, Ini Saran TPID DIY untuk Pemilik Kos & Kontrakan

Ilustrasi inflasi (JIBI/Solopos - Antara)
04 Mei 2017 07:22 WIB Jogja Share :

Pertumbuhan ekonomi Jogja akan dipengaruhi tarif dasar listrik

Harianjogja.com, JOGJA -- Kenaikan tarif dasar listrik menjadi pemicu inflasi Kota Jogja berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY. Potensi inflasi diprediksi akan lebih tinggi, mengingat kenaikan tahap kedua pada Mei ini sudah mulai diterapkan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/04/pertumbuhan-ekonomi-jogja-tarif-dasar-listrik-naik-inflasi-jogja-berpotensi-lebih-tinggi-814395">PERTUMBUHAN EKONOMI JOGJA : Tarif Dasar Listrik Naik, Inflasi Jogja Berpotensi Lebih Tinggi

Tarif dasar listrik per Mei sudah mulai kembali naik, sehingga dampak dari kenaikan tahap kedua tersebut baru akan tampak pada Juni. Budi menilai momentum kenaikan tarif dasar listrik tersebut kurang tepat. Pasalnya, kondisi tersebut bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran.

Semestinya, kata Anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Budi Hanoto,Tim Pengendalian Inflasi (TPI) Pusat dapat segera menindaklanjuti dengan menjalin koordinasi dengan pihak ESDM. Harapannya, upaya pengendalian inflasi di daerah dapat segera dilakukan antisipasi, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. Budi menambahkan kenaikan tarif dasar listrik ini akan langsung berdampak pada perumahan.

"Maka dari itu, kami hanya bisa memberikan imbauan kepada para pengguna listrik 900 voltampere, terutama pemilik kos atau kontrakan agar tidak langsung menaikkan harga sewa, paling tidak dinaikkan secara bertahap agar tidak langsung menimbulkan gejolak harga yang memberatkan konsumen dan dapat sedikit menekan inflasi yang mungkin terjadi," jelas Budi, Rabu (3/5/2017)

Kendati kenaikan tarif dasar listrik ini memicu inflasi April, namun adanya deflasi yang terjadi pada sejumlah bahan pangan memberikan penekanan yang cukup baik. Budi memaparkan harga pangan ke depan akan terus dijaga agar pasca kenaikan TDL tersebut potensi inflasi yang akan terjadi nantinya di bulan-bulan mendatang dapat sedikit ditekan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono saat menyampaikan Berita Rilis Statistik, mengungkapkan inflasi Kota Jogja pada April mencapai 0,28%. Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya mencapai 0,09%. Penyebabnya adalah kenaikan indeks pada kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar dengan inflasi 1,39%.

"Terutama pada kenaikan tarif listrik yang memberikan andil lebih dominan yakni 0,31 persen," ujar Priyono.