BANDARA KULONPROGO : NYIA Dinanti UMKM untuk Menembus Pasar Internasional

Seremoni peletakan batu pertama dilakukan oleh Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono di lahan relokasi tanah desa wilayah Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (7/4/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
05 Mei 2017 22:32 WIB Jogja Share :

Bandara Kulonprogo dapat membantu UMKM berkembang

Harianjogja.com, JOGJA -- Pembangunan bandara baru di Kulonprogo tidak hanya dinanti masyarakat DIY dan kalangan pariwisata. Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah juga tak sabar menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang nantinya dapat menjadi jembatan bagi produk lokal menuju pasar mancanegara.

Dalam diskusi Gebyar UMK 2017 bertajuk UMK Jogja Siap Sambut Bandara Baru NYIA, sejumlah pelaku usaha mikro kecil mengaku tak sabar bandara baru ini dapat segera dioperasikan. Diskusi ini dimoderatori Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM, Profesor Mudrajad Kuncoro dengan narasumber dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Sri Saktiyono, General Manager PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama dan Pj Walikota Jogja Sulistiyo.

"Di negara maju, penambahan bandara baru dilakukan apabila peningkatan jumlah penumpang sudah meningkat lebih dari 20 persen, Artinya, pengembangan bandara baru ini  mestinya sudah dapat dilakukan Jogja jauh hari," ujar GM PT Angkasa Pura Agus Pandu Purnama, Jumat (5/5/2017).

Pandu memaparkan jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Adi Sutjipto tahun lalu mencapai 7,2 juta, padahal kapasitas bandara ini hanya memiliki daya tampung 1,2 juta penumpang. Demand transportasi udara di Jogja sangat tinggi jika dibandingkan dengan Solo.

"Bandara baru di Kulonprogo nantinya akan dapat menampung lebih dari 15 juta penumpang per tahun. Jika sekarang hanya dapat menampung delapan pesawat yang parkir, nantinya NYIA akan dapat menampung lebih banyak pesawat dan memungkinkan penerbangan langsung ke sejumlah negara," papar Pandu.