UJIAN NASIONAL 2017 : Menempuh Belasan Kilometer demi UNBK, Siswa Berrombongan Naik Bus

Sejumlah siswi MTs YAPPI Mulusan Kecamatan Paliyan berlarian menuju bus setelah selesai mengerjakan Ujian Nasional Berbaris Komputer (UNBK) di SMK Wonosari, Kecamatan Wonosari. Kamis (4/5/2017). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
05 Mei 2017 11:53 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Demi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), puluhan siswa MTs YAPPI Mulusan, Kecamatan Paliyan harus menempuh belasan Kilomenter

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Demi mengikuti http://m.harianjogja.com/?p=805048">Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), puluhan siswa MTs YAPPI Mulusan, Kecamatan Paliyan harus menempuh belasan Kilomenter.

Mereka bahkan harus rombongan menggunakan bus untuk mengikuti ujian di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadahi.

Puluhan siswa-siswi berbondong-bondong mendatangi bus yang terparkir di depan SMK YAPPI Wonosari pada Kamis (4/5/2017) sekitar pukul 09.45 WIB. Mereka berhamburan berlari masuk ke bus untuk mendapatkan tempat duduk setelah selesai mengerjakan soal UNBK.

Mereka menuju dua bus ukuran sedang yang total kapasitasnya 40 orang, karena masing-masing bus hanya berkapasitas 20 penumpang. Sementara itu siswa dan siswi seluruhnya berjumlah 54, antara siswa dan siswi masing-masing ditempatkan di bus yang berbeda. “Iya tadi ada yang berdiri juga di dalam bus,” kata salah seorang siswa, Fendi Bowo.

Fendi bercerita harus ikut berdesakan dengan rombongan siswa dengan menggunakan bus selama tiga hari terkahir pelaksanaan UNBK. Setiap pukul 05.30 dia harus siap-siap untuk berangkat ke Sekolah. Jarak dari rumahnya di Dusun Karangmiri, Desa Mulusan menuju sekolahnya memerlukan waktu sekitar 20 menit perjalanan menggunakan motor.

Sementara dia harus sampai di sekolah pukul 06.30 WIB agar dapat ikut bersama siswa lainnya menumpang bus menuju SMK YAPPI Wonosari. Pasalnya jarak sekolahnya dengan SMK YAPPI Wonosari sekitar sembilan kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan. Dan Jika ditotal dia harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer untuk sampai di SMK tempatnya ujian itu.

Sama halnya dengan Fendi, siswa lainnya yakni Anggi Pradana juga mengalami hal serupa. Jika pada hari biasanya dia berangkat sekolah pada pukul 06.30 WIB, kini dia harus berangkat ke sekolah satu jam lebih awal.

Mandi dan sarapan pun harus dia lakukan lebih awal dari hari biasanya. Karena jarak dari rumahnya yang berada di Dusun Muntuk, Desa Mulusan pun tak dekat, sekitar lima kilometer jauhnya dari tempatnya menuntut ilmu. “Harus berangkat lebih pagi dari hari biasanya karena tempat ujianya kan jauh,” ungkapnya.

MTs YAPPI Mulusan merupakan satu dari 36 SMP di Gunungkidul yang tidak dapat melaksanakan UNBK secara mandiri, lantaran belum memiliki perangkat komputer yang memadahi. Sehingga hal itu mengharuskan mereka mengabung ke sekolah lain yakni di SMK YPPI Wonosari.

Dengan jarak yang cukup jauh, kemudian mengharuskan pihak sekolah menyewa bus untuk mengangkut siswanya ke tempat ujian. Dan sekolah pun harus mengeluarkan biaya transportasi untuk sewa bus sekali pulang pergi dengan biaya sebesar Rp350.000.

Kepala MTs Mulusan, Riyanta menuturkan jika ditotal biaya untuk sewa bus selama tiga kali simulasi ujian, dan empat hari pelaksanaan UNBK, sekolah mengeluarkan biaya Rp3,5 juta.

Dia mengakui inisiatif menyewa bus datang dari pihak sekolah, karena jika siswa-siswa MTs dibiarkan berangkat sendiri tidak memungkinkan. "Inisiatif dari sekolah, kalau anak berangkat sendiri ya susah. Ini tadi kami berangkat jam enam," kata dia.

Pihaknya berharap pemerintah berkomitmen untuk menyediakan perangkat komputer tidak hanya sekolah negeri saja, sehingga semua sekolah dapat selenggarakan UNBK secara mandiri. "Harusnya pemerintah komitmen memberikan bantuan. Karena sekolah swasta saat ini sama sekali belum ada [bantuan perangkat komputer]," ujarnya.