KERACUNAN GUNUNGKIDUL : Puluhan Orang Pusing, Mual dan Muntah Berkali-kali

Indah Kirana, salah satu korban keracunan, diperiksa dokter saat menjalani perawatan di Puskesmas Rongkop, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Jumat (5/5). (JIBI/Harian Jogja - Irwan A. Syambudi)
06 Mei 2017 00:40 WIB Gunungkidul Share :

Puluhan warga mengalami pusing dan mual setelah menyantap hidangan yang disajikan saat hajatan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seusai mengonsumsi hidangan saat hajatan, sebanyak 23 orang harus dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rongkop. Mereka mengalami gejala keracunan dengan pusing dan mual muntah berkali-kali.

Peristiwa keracunan masal tersebut terjadi di Dusun Baran Wetan, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Kamis (4/5/2017) malam. Puluhan warga mengalami pusing dan mual setelah menyantap hidangan yang disajikan saat hajatan sunat di rumah seorang warga.

Salah seorang yang dirawat intensif di Puskesmas, Indah Kirana, mengaku langsung merasakan mual dan pusing setelah memakan hidangan dalam hajatan itu. “Saya makan daging sapi dan cap jay, terus pusing dan mual perut itu rasanya melilit-melilit,” ungkapnya di Puskesmas Rongkop, Jumat (5/5/2017).

Gejala pusing dan mual itu dirasakannya sekitar satu jam setelah mengkonsumsi makanan. Malam itu, sekitar pukul 18.30 WIB, dia memakan hidangan di hajatan, lalu pukul 19.30WIB dia mulai pusing dan mual sehingga langsung dibawa ke Puskesmas.

Dokter Puskesmas Rongkop, Joko Subandono, mengatakan sedari malam korban keracunan terus berdatangan. Dari 23 korban, sebagian besar sudah pulih dan dibawa pulang namun sebanyak empat korban perlu perawatan intensif di kamar perawatan Puskesmas.

Dari hasil diagnosa yang dilakukan, korban mengalami gejala keracunan makanan dari hidangan yang disajikan pada acara hajatan tersebut sehingga membuat korban mengalami pusing dan muntah. Penanganan langsung dilakukan dengan menambah cairan dan memberikan sejumlah obat kepada pasien.

“Belum dietahui kandungan yang ada di dalam makanan tersebut sampai membuat keracunan. Sampel makanan sudah kami [puskesmas] simpan, nanti dari Dinas Kesehatan dapat mengecek langsung melalui laboratorium,” ujarnya.