WISATA KULONPROGO : Mengunjungi Menara Eiffel Bambu ala Kulonprogo

Siswa SMK 1 Sewon menjalani proses pesta kelulusan (Arif Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
06 Mei 2017 17:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo diramaikan dengan keberadaan replika Menara Eiffel

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kawasan wisata mangrove di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo semakin mempesona. Para pengunjung dibuat penasaran sekaligus kagum dengan replika Menara Eiffel di Pantai Pasir Kadilangu yang dinamai Kadilangu Van Java.

Pantai Pasir Kadilangu adalah satu dari empat objek wisata yang ada di kawasan mangrove Jangkaran. Objek wisata tersebut dibuka sejak Mei 2016 lalu. Pengunjungnya rata-rata mencapai 500 orang per hari. Namun, angka itu akan meningkat signifikan hingga menjadi setidaknya 3.000 orang pada musim liburan. Mereka tidak hanya berasal dari Jogja tetapi juga berbagai daerah lain di Indonesia.

Pengelola wisata mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Suparyono mengatakan, beberapa wahana memang disediakan pengelola demi memfasilitasi hasrat berfoto para wisatawan. Namanya pun sengaja dibuat unik, seperti Jembatan Tempo Dulu, Lorong Goa Samalo, Jembatan Cinta, Sangkar Penantian, Negeri di Atas Mangrove, Cinta Pertama, dan Lupakan Mantan. Pengunjung juga bisa menjajal perahu wisata yang bisa menampung 15-25 orang dalam sekali jalan.

Namun, ada satu wahana baru yang benar-benar tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke obyek wisata yang terletak di Muara Sungai Bogowoto tersebut, yaitu Kadilangu Van Java. Nama itu diberikan kepada sebuah menara yang terbuat dari rangkaian bambu setinggi sembilan meter.

“Itu replika Menara Eiffel. Katanya belum ada yang mendirikan seperti itu dengan menggunakan bambu di Pulau Jawa,” kata Suparyono, Senin (24/4/2017) pekan lalu.

Suparyono memaparkan, Kadilangu Van Jawa selesai dibangun pada 1,5 bulan lalu. Menara bambu tersebut dibuat selama tiga bulan oleh para anak muda yang ikut mengelola Pantai Pasir Kadilangu. Selain rangkaian bambu setinggi sembilan meter, bangunan itu diperkokoh dengan adanya bambu-bambu lain yang ditanam hingga sedalam lima meter.

“Pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp30 juta,” ungkap Suparyono.

Suparyono mengungkapkan, sebelumnya berbagai wahana foto dengan nama-nama unik menjadi daya tarik utama wisata mangrove Pantai Pasir Kadilangu. Namun, saat ini Kadilangu Van Java yang menjadi primadona. Para pengunjung sangat antusias berfoto dengan latar belakang menara itu. Kebanyakan dari mereka lalu mengunggahnya ke akun media sosial sehingga replika Menara Eiffel itu menjadi semakin populer.

Sementara itu, salah satu pengunjung bernama Pratiwi mengaku kagum saat melihat Kadilangu Van Java. Dia memang penasaran setelah menemukan foto-foto menara bambu itu di media sosial. “Ternyata memang bagus dan benar-benar kreatif,” ujar dia.