GEBYAR UMK, Ajang Penguatan Menghadapi Perdagangan Bebas

Ilustrasi produk UKM (JIBI/Solopos/Antara - Dok.)
07 Mei 2017 11:22 WIB Jogja Share :

Gebyar UMK digelar untuk memperkuat pengusaha lokal

Harianjogjacom, JOGJA -- Menyambut pembangunan Jogja yang lebih maju, usaha mikro dan kecil diminta kesiapannya dengan memperkuat posisi produknya. Melalui Gebyar Usaha Mikro Kecil, yang digagas Dinas Koperasi, Usaha dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Kota Jogja diharapkan dapat semakin menguatkan usaha mikro kecil.

"Gebyar UMK ini dalam rangka pembinaan terhadap usaha mikro kecil yang ada di Jogja. Selain itu, sebagai wadah untuk menyiapkan UMK ini untuk ke depan supaya lebih kuat lagi," ujar Kepala Dinkopnakertrans Kota Jogja, Christina Lucy Irawati kepada Harianjogja.com, di sela acara Gebyar UMK di Alun-alun Pakualaman, Jumat (5/5/2017).

Lucy mengatakan dengan mengambil tema UMK Jogja Siap Sambut Bandara Baru NYIA, melalui acara ini para pelaku usaha mikro dapat mempersiapkan diri terhadap peningkatan laju ekonomi dan pembangunan pascabandara baru beroperasi. Persiapan yang dilakukan meliputi berbagai hal. Di antaranya kesiapan mental, administrasi, pemahaman soal pajak, termasuk membuat inovasi-inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Persoalan yang banyak dihadapi UMKM saat ini bukan soal pasar saja. Tetapi yang lebih krusial adalah upaya mereka dalam memenuhi pesanan. Kadang kala mereka kesulitan untuk memenuhi pesanan karena terganjal persoalan SDM," papar Lucy.

Dalam acara ini, sejumlah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Jogja menampilkan potensi produk yang dikembangkan. Lucy mengungkapkan kurang lebih terdapat 39 UMK yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

"Terdiri dari berbagai jenis produk dari kerajinan hingga makanan. Sedangkan untuk di wilayah Kota Jogja, jumlah usaha kecil ini mencapai lebih dari 23.500 UKM," imbuh Lucy.

Pj Walikota Jogja Sulistiyo menambahkan Gebyar UMK merupakan ruang yang strategis bagi pelaku usaha kecil menengah untuk mengenalkan produknya secara langsung. Melalui pemasaran secara langsung, produk lokal Jogja dapat semakin dikenal oleh masyarakat.

Acara Gebyar UMK yang diselenggarakan selama tiga hari hingga Minggu (7/5) disambut antusias oleh para pelaku UKM. Nur Diana Hidayati, salah satu peserta pameran mengaku acara ini sangat positif bagi usaha kecil menengah.

Diana menambahkan acara ini dapat menjadi ajang promosi bagi UMKM yang untuk semakin mengenalkan produknya langsung kepada masyarakat. Selain itu, memberikan wawasan bagi UMKM untuk mendapatkan pemahaman dalam pengembangan produk guna menghadapi bandara baru nantinya.

"Kami berharap, acara seperti ini dapat dilakukan berkesinambungan," imbuh Diana.