WISATA GUNUNGKIDUL : Rafting di Sungai Banyusoco, Tertarik?

Tim Bupati Gunungkidul Badingah saat mencoba menyelusuri arus sungai di obyek wisata rafting Banyusoco, Senin (24/4/2017). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
10 Mei 2017 14:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pemerintah Desa Banyusoco, Playen membuka obyek wisata baru susur sungai bertajuk Rafting Banyusoco

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa Banyusoco, Playen membuka obyek wisata baru susur sungai bertajuk Rafting Banyusoco. Diharapkan dengan keberadaan destinasi itu dapat memberikan dampak terhadap upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Banyusoco Sutiyono mengatakan, soft opening obyek wisata baru susur sungai ini dilakukan pada Senin (24/4/2017). Pembukaan ini dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul Badingah dengan melakukan rafting dengan jarak tempuh mencapai 14 kilometer.

“Jarak itu ditempuh selama 2,5 jam. Adapun titik startnya mulai dari Dusun Banyusoco dengan finish di Dusun Kedungwanglu,” katanya, Selasa (25/4/2017).

Menurut dia, untuk pembukaan Rafting Banyusoco telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan melakukan pelatihan terhadap para pemandu dengan mengadopsi sistem yang digunakan untuk rafting di Rafting Elo dan Mendut di Magelang, Jawa Tengah.

“Ini benar-benar kami persiapkan, karena hal itu sebagai upaya untuk menjamin keamanan pengunjung,” ujarnya.

Ditambahkan Sutiyono, di Desa Banyusoco memiliki banyak potensi obyek wisata. Beberapa obyek itu di antaranya Air Terjun Gedad, offroad di Dusun Ketangi dan camping ground di Dusun Kedungwanglu.

Diharapkan dengan adanya destinasi wisata tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga berharap dengan pengembangan ini, pemkab dapat memberikan pendampingan dan memberikan dukungan. Salah satunya dengan memperharikan infrastruktur yang saat sekarang dirasa belum memadai,” papar dia.

Bupati Gunungkidul Badingah memberikan apresiasi terhadap upaya Pemdes Banyusoco untuk mengembangan potensi wisata yang dimiliki.

Menurut dia, keberadaan beberapa destinasi wisata yang ada dapat dijadikan sebagai satu paket wisata yang dapat membuat pengunjung nyaman dan aman, serta dapat merasakan keramahan yang dimiliki masyarakat.

“Seluruh masyarakat harus bersatu untuk dapat mewujudkan destinasi wisata unggulan di Banyusoco,” katanya.

Menurut dia, masyarakat juga harus siap menghadapi adanya perubahan seiring dengan adanya destinasi wisata. Diharapkan, potensi yang dimiliki digarap dengan semaksimal mungkin sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Obyek ini jangan dijadikan untuk rebutan. Oleh karenanya agar hal itu tak terjadi maka dalam pengelolaan harus melalui Badan Usaha Milik Desa,” ujar Badingah.