TAMAN BUDAYA GUNUNGKIDUL : Sampai Awal Juni Tak Selesai, Pembelian Lahan Terancam Gagal

Warga melompati pagar pembatas jalan raya untuk berfoto di kawasan taman tugu selamat datang perbatasan Gunungkidul dengan Bantul di Kecamatan Patuk, Selasa (5/7/2016). (Galih Eko Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
11 Mei 2017 13:22 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Taman Budaya Gunungkidul masih berkutat masalah pembelian tanah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gunungkidul kini masih berupaya segera menyelesaikan proses pembelian tanah untuk pembangunan Taman Budaya. Jika pada Juni 2017 pembayaran tanah belum rampung, maka pembelian terancam gagal.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2016/05/16/taman-budaya-gunungkidul-karya-seni-belum-punya-ruang-apresiasi-720043">TAMAN BUDAYA GUNUNGKIDUL : Karya Seni Belum Punya Ruang Apresiasi

Disbud Gunungkidul hingga kini belum menyelesaikan proses pembelian tanah seluas 2,5 hektar di Desa Logangdeng, Kecamatan Playen untuk pembangunan Taman Budaya. Padahal Disbud hanya diberi waktu hingga awal Juni 2017 ini untuk menyelesaikan pembelian tanah dengan menggunakan dana keistimewaan (danais) senilai Rp20 miliar.

“Minggu depan Badan Pertanahan Nasional (BPN) baru selesai melakukan pembuatan peta bidang. Sehinggga minggu depan itu baru akan penyerahan peta bidang kepada tim appraisal. Ya mundur semua, yang kami khawatirkan kalau tidak segera clear bisa gagal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbud Gunungkidul, Agus Priyanto, Selasa (9/5/2017).

Meskipun tim appraisal mulai menyicil pekerjaan, dalam pelaksanaanya tim appraisal harus tetap menunggu hasil peta bidang dari BPN. Sehingga pihaknya pun masih harus menunggu tim appraisal untuk kemudian disampaikan ke masyarakat atau pemilik lahan.

Kemungkinan kata Agus, jika memang BPN dapat menyelesaikan peta bidang pada 15 Mei, tim appraisal juga dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu dua minggu. Sehingga, jika dengan sekali sosialisasi dan warga dapat menyetujui, maka pembayaran bisa dilakukan pada 31 Mei mendatang.

Dana untuk pembayaran kata dia pun sudah siap untuk dicairkan.

“Dana sebenarnya sudah siap sekitar Rp20 miliar. Nanti akan kami akan gunakan sesuai dengan kbutuhan riil, jika hanya habis Rp15 miliar sisanya Rp5 miliar akan kami kembalikan,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya menargetkan untuk segera menyelesaikan proses pembayaran pada akhir Mei ini. “Dari pengelola danais itu berkata, kalau sampai Juni 2017 dana itu tidak berwujud tanah, maka harus dirembug ulang lagi,” kata Agus.

Terpisah, Kepala Desa Logandeng, Suhardi mengatakan rencana pembelian tanah memang sudah diketahui sebagian warga, khusunya bagi warga yang tanahnya akan dibeli. Pengukuran bidang tanah yang akan dibeli juga telah dilakukan beberapa kali, termasuk dari pihak BPN pada Selasa (9/5/2017) pagi.

Dia mengatakan selama ini tanggapan warga terhadap rencana pembangunan Taman Budaya masih positif dan tidak ada penolakan. “Malah ada sejumlah warga yang mengajukan kepada Disbud agar tanahnya dibeli,” ungkapnya.

Namun begitu warga masih menunggu hasil dari tim appraisal untuk mengetahui bidang mana saja yang akan dibeli dan dibeli dengan harga berapa. “Kalau yang di pingggir jalan itu rata-rata harganya Rp2 juta per meter persegi,” kata Suhardi.