GKR Condrokirono Ingin Mengubah Stigma Karangtaruna agar Tidak Ndeso

Gubernur DIY Sri Sultan HB X (tengah) berfoto bersama pengurus Karangtaruna, CSR Kessos dan IPSM seusai dilantik di Bangsal Kepatihan, Sabtu (13/5 - 2017). (Foto Istimewa)
13 Mei 2017 15:21 WIB Sunartono Jogja Share :

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono dilantik sebagai Ketua Umum Karangtaruna DIY

Harianjogja.com, JOGJA - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono dilantik sebagai Ketua Umum Karangtaruna DIY periode 2017-2022 di Bangsal Kepatihan, Sabtu (13/5/2017).

Salahsatu langkah yang akan dilakukan adalah mengubah stigma Karangtaruna yang terkesan ndeso dan hanya berkegiatan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 agustus.

GKR Condrokirono mengakui, butuh rebranding hingga akar rumput, bahwa karangtaruna tidak sekedar wadah bagi anak desa dan hanya berkegiatan saat jelang Hari Kemerdekaan RI.

Sehingga organisasi itu kerap dipandang sebelah mata, meski sebenarnya punya banyak prestasi. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah rencana terutama mempresentasikan sejumlah karya karangtaruna kepada masyarakat luas.

"Kami akan merebranding bahwa karangtaruna itu tidak kuno, tidak ndeso, itu yang mau kami singkirkan. Karangtaruna nggak cuma acara 17 Agustus, ingin menunjukkan kami dapat mengekpose karya teman-teman semoga yang muda diketahui menghasilkan," ungkapnya seusai pelantikan di Kepatihan, Sabtu (13/5/2017).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos DIY, untuk melakukan motivasi para pemuda karangtaruna agar aktif terutama di bidang wirausaha.

Bahkan, ia berharap, pemuda karangtaruna bisa menjadi contoh dalam berkarya guna mengurangi angka pengangguran. Ketimbang masuk geng dan berbuat meresahkan masyarakat.