WISATA BANTUL : Panggungharjo Kembangkan Wisata Sejarah Kampung Mataraman

TPS di Tegal Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul. (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
14 Mei 2017 07:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

BUMDes Desa Panggungharjo mengembangkan pariwisata sejarah dengan mengangkat tema Kerajaan Mataram

 
Harianjogja.com, BANTUL--Sukses mengembangkan pengelolaan limbah melalui Kelompok Usaha Pengelola Sampah (Kupas), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari kembali melirik jenis usaha baru.

Uniknya, jenis usaha yang dikembangkan oleh BUMDes yang juga terkenal dengan usaha Agro Bisnisnya itu, kini melirik sektor baru, yakni sektor pariwisata.

Tak tanggung-tanggung, BUMDes mengembangkan pariwisata sejarah dengan mengangkat tema Kerajaan Mataram. “Kampung Mataraman, namanya,” kata Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, Minggu (7/5/2017).

Merujuk namanya, BUMDes Lestari ingin membangun sebuah perkampungan bernuansa era kerajaan Mataram. Menurut Yudi, sapaan akrabnya, landscape kampung ini sengaja didesain mirip dengan era kerajaan Mataram pada awal abad ke-19.

Penataan kampung, misalnya, dikemas dengan konsep yang memperhatikan kaidah serta filosofi Jawa. Seperti keberadaan tanah pangonan, tanah paguron, tanah sengkeran, titi soro, rumah demang, hingga penataan lokasi masjid. Begitu pula dengan arsitektur bangunan-bangunannya. “Sampai detail dapur dan sumurnya dimana,” imbuh Yudi.

Ia menyebutkan, pembangunan Kampung Mataraman ini dilakukannya di atas tanah kas desa seluas enam hektar dengan mengambil lokasi di Dusun Pelemsewu, Desa Panggungharjo.

Saat ini proyek yang murni bersumber dari desa ini baru dimulai. “Awal kami alokasikan anggaran Rp 1,6 miliar. Total perkiraan butuh Rp5 miliar hingga Rp6 miliar,” sebutnya.

Diakuinya, pembangunan Kampung Mataraman ini sebagai salah satu bentuk tanggungjawab pemerintah desa (pemdes) Panggungharjo pasca ditetapkan sebagai desa budaya.

Di samping itu, juga bertujuan untuk memberikan referensi tentang sejarah kebudayaan Jawa kepada masyarakat. Sebab, referensi tentang sejarah kebudayaan Jawa, khususnya Jogjakarta belakangan ini minim. Tak terkecuali di keraton sekalipun. ”Kami berharap ini menjadi media edukasi,” harapnya.

Lantaran berbentuk perkampungan, maka ia pun memastikan nantinya tetap ada warga yang bakal menempati Kampung Mataraman itu. Hebatnya, pemdes bakal memrioritaskan warga Panggungharjo yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Problem kesejahteraan di Panggungharjo adalah lonelyness, jobless, dan homeless,” katanya.

Terpisah, Manajer Agro Energi BUMDes Panggung Lestari Eko Pambudi beberapa waktu lalu menyebut total aset BUMDes saat ini mencapai Rp 780 juta. Dengan omzet perbulan Rp 79 juta. “Dengan 22 karyawan,” tambahnya.