Usai Kelulusan, Kartu Kuning Belum Diburu

16 Mei 2017 17:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pasca kelulusan SMA/SMK, jumlah pencari kartu kuning AK-1 atau kartu pencari kerja di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul masih minim

 
Harianjogja.com, BANTUL--Pasca kelulusan SMA/SMK, jumlah pencari kartu kuning AK-1 atau kartu pencari kerja di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul masih minim.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Umaryati Purwaningsih mengakui hal itu. Sejak Januari lalu, jumlah yang mengurus kartu kuning mencapai 751 orang. Sedangkan khusus untuk bulan Mei diakuinya baru ada 55 orang yang semuanya merupakan lulusan SMA/SMK. “Mereka 55 itu fresh graduate, lulusan tahun ini,” katanya kepada wartawan, Senin (15/5).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren pencari kartu kuning paska kelulusan memang masih sangat minim. Para pencari kerja itu, menurut dia, bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di Batam, sebagain ke luar negeri. “Di Batam, Disnakertrans Bantul bekerjasama dengan sekitar sepuluh perusahaan untuk melakukan tes perekrutan,” ujarnya.

Hanya saja, yang diikutkan tes seleksi saat ini hanya dari tiga perusahaan.

Sementara perekrutan tenaga kerja di sejumlah perusahaan luar daerah yang bekerjasama dengan Disnakertrans Bantul dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Jumlah tenaga kerja yang direkrut pun sejak 2014 mengalami penurunan, dari yang sebelumnya bisa mengirim sekitar 400 tenaga kerja tinggal 200 tenaga kerja.

Menurutnya, itu disebabkan lantaran banyak perusahaan di sana sudah dituntut untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal. “Kemarin sudah tes dan memang syarat untuk yang di Batam itu mintanya fresh graduate,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Arminda, salah satu lulusan SMK Negeri 1 Pundong pada 2017 ditemui di Kantor Disnakertrans Bantul mengaku telah mengikuti tes untuk ditempatkan di salah satu perusahana yang ada di Batam.