PERIKANAN KULONPROGO : Pembangunan NYIA Jadi Penyebab Menurunnya Produksi Ikan Budi Daya

Seorang warga menunjukkan hasil budi daya ikan lele di Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Senin (15/5/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
16 Mei 2017 09:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Perikanan Kulonprogo disebut terganggu dengan keberadaan NYIA.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Tingkat produksi ikan budi daya tercatat mengalami penurunan hingga lebih dari 800 ton pada tahun 2016. Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon disebut menjadi penyebab utama.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/16/perikanan-kulonprogo-nyia-dibangun-produksi-ikan-budi-daya-menurun-817016">PERIKANAN KULONPROGO : NYIA Dibangun, Produksi Ikan Budi Daya Menurun
Ketua Gabungan Kelompok Pembudidaya Ikan (Gapokdakan) Minaharjo Manunggal, Mujiyono mengaku mendapatkan bantuan berupa 55 kolam ikan pada 2017 ini. Jumlah kolam yang dikelola gapokdakan tersebut pun menjadi 90 kolam. Dia optimis bantuan tersebut bakal meningkatkan produksi budi daya lele di wilayah Triharjo, Wates.

“Rencananya mau ada tambahan lagi dari provinsi berupa 72 paket kolam, benih, dan pakan,” kata Mujiyono, Senin (15/5/2017).

Mujiyono lalu menyatakan pihaknya sedang bersiap menghadapi peningkatan permintaan lele untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran. Permintaan lele yang rata-rata sebanyak 4-5 kuintal per minggu diperkirakan bertambah menjadi 6-7 kuintal per minggu. Permintaan tersebut kebanyakan datang dari wilayah Jogja.

Menurut Mujiyono, konsumen biasanya mencari lele yang berukuran relatif kecil untuk hidangan berbuka puasa. “Harga lele sekarang sudah bagus, yaitu Rp16.000 per kilogram. Nanti saat Ramadan bisa jadi Rp17.000 sampai Rp18.000,” ungkap dia.