Produsen Air Minum Kemasan Sebut Pengolahan Tak Asal-asalan Tapi ...

Petugas Reskrimsus Polda DIY saat meminta keterangan salah satu karyawan, Selasa (16/5/2017) di rumah produksi CV Tirta Bening Sumber Alami yang berlokasi di RT 4 Dusun Sandeyan, Desa Srimulyo, Piyungan. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
17 Mei 2017 08:22 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Air minum kemasan di Bantul sementara waktu tak berproduksi

Harianjogja.com, BANTUL -- Diperingatkan sejak 2013 silam tetapi tak kunjung berubah, produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) CV Tirta Bening Sumber Alami yang berada di RT 4 Dusun Sandeyan, Desa Srimulyo akhirnya resmi disegel oleh pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY.

Baca Juga :http://m.harianjogja.com/2017/05/16/ilegal-produsen-air-minum-kemasan-di-bantul-disegel-817297"> Ilegal, Produsen Air Minum Kemasan di Bantul Disegel

Saat mendatangi lokasi, BBPOM DIY sempat menginterogasi supervisor CV Tirta Bening Sumber Alami terkait skema produksi air minum tersebut. Mulai dari penampungan bahan baku, filterisasi, sterilisasi, hingga pengemasan akhir. Oleh karena itulah, pihaknya pun lantas melakukan penyitaan terhadap 252 buah galon berisi air minum siap edar, serta penyegelan terhadap kantor beserta alat-alat produksinya.

Terkait penyitaan dan penyegelan itu, Supervisor CV Tirta Bening Sumber Alami Mardani mengaku terkejut. Dirinya yang baru bekerja sekitar 3 bulan itu membantah pengolahan air minum Hexahaq itu dilakukan secara asal-asalan.

Ia menjelaskan, bahan baku air didapatkannya dari Tirtajaya, salah satu penyuplai air baku di Sleman. Bahan baku itu lantas diolahnya melalui beberapa tahap.

“Memang, ketika pengiriman air terlambat sedangkan pesanan banyak, kami terpaksa menggunakan air sumur,” ucapnya, Selasa (16/5/2017).

Memang, pesanan yang datang tak selalu ada setiap harinya. Diakuinya, pesanan datang setidaknya sekali dalam sepekan. “Setiap pesanan, bisa mencapai 300 galon. Harga per galonnya kami jual Rp45.000,” katanya.