PENCEMARAN AIR : Terjadi Menahun, Ini Sikap Pemkab

BI/halCap fotoEds 031111wdFile:4tebu 2BISNIS/WAHYU DARMAWANPekerja memanen tanaman tebu di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (02 - 11). Produksi gula sepanjang 2011 diperkirakan mencapai 2,1 juta ton atau sekitar 77% dari proyeksi 2,7 ton yang ditetapkan sebelum masa giling. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyatakan penurunan produksi tersebut akibat anomali cuaca, sehingga tebu tidak tumbuh maksimal dan memiliki rendemen rendah.
18 Mei 2017 10:22 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Pencemaran air dikeluhkan warga di sekitar Kali Bedong.

Harianjogja.com, BANTUL -- Warga memastikan pencemaran aliran Kali Bedong yang membuat air sungai menghitam, berbau tidak sedap, dan sejumlah ikan mati disebabkan oleh limbah dari PT. Madubaru Yogyakarta.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=817656">PENCEMARAN AIR : Kali Bedong Menghitam, PT. Madubaru Stop Produksi Empat Hari

Direktur PT. Madubaru Yogyakarta Rahmat Edi Cahyono mengakui memang ada keteledoran stafnya dalam mengolah limbah tersebut. Namun ia mengaku bahwa limbah tersebut adalah finase yaitu sisa produksi alkohol dan spiritus, bukan limbah produksi gula yang biasa disebut blothong.

Menurut Rahmat sebenarnya PT. Madubaru Yogyakarta telah memiliki alat pengolahan limbah seharga Rp600 juta yang mampu menampung limbah produksi selama enam hari. Maka diputuskan setelah enam hari, produksi alkohol dan spiritus akan dihentikan selama empat hari untuk pengolahan limbah finase menjadi pupuk cair. Karena menurutnya, limbah cair dari finase baik untuk menyuburkan tanaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Masharun Ghazali mengatakan masih perlu melakukan kajian terkait klaim limbah finase tersebut baik untuk tanaman namun tidak dapat diterima oleh ikan. Pihaknya juga telah menerima konfimasi dari PT. Madubaru Yogyakarta tentang kelalaian stafnya dalam mengolah limbah.

"Masalah selesai, dari DLH, pabrik, masyarakat, karang taruna, dan Muspika sudah bertemu dan membahas masalah ini," ucapnya, Rabu (17/5/2017).

Sedangkan Bupati Bantul Suharsono mengatakan akan segera memanggil pihak DLH untuk mengambil langkah selanjutnya sebab keluhan ini selalu berulang setiap tahun. Padahal menurutnya setelah demo yang dilakukan warga tahun lalu, PT. Madubaru Yogyakarta telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Padahal mereka sudah punya IPAL kok masih bocor. Akan kami diskusikan lebih lanjut dengan DLH," tegasnya.