KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Rp700 Juta Dianggarkan untuk Bantuan Air Bersih

Salah seorang warga, Susanti sedang mencuci baju memanfaatkan air di Telaga Jonge di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Rabu (17/5/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
18 Mei 2017 09:55 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Kekeringan Gunungkidul mulai dirasakan warga Semanu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Semenjak intensitas hujan mulai menurun, sejumlah warga yang tahun lalu mengalami kekeringan kini mulai menghemat air.

Baca Juga : http://www.solopos.com/2017/05/18/kekeringan-gunungkidul-antisipasi-warga-mulai-hemat-air-bagaimana-caranya-817654">KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Antisipasi, Warga Mulai hemat Air, Bagaimana Caranya?

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, yang berasal dari Tim Fakultas Geografi UGM, tahun 2006,  ada 281 telaga yang hampir sebagian besar mengalami kekeringan ketika musim kemarau. Dari ratusan itu hanya ada 71 telaga yang masih bisa digunakan saat musim kemarau panjang.

Adapun jumlah telaga di Gunungkidul terdapat di 10 kecamatan, yakni Paliyan 10, Saptosari 21, Purwosari 31, Panggang 22, Tepus 32, Tanjungsari 27, Semanu 42, Ponjong 21, Rongkop 48, dan Girisubo 27.

Meskipun telaga sudah tersebar di daerah-daerah rawan kekeringan tetapi tidak semua warga memanfaatkan air di telaga. Mereka banyak yang sudah beralih menggunakan PDAM ataupun membeli air melalui tangki-tangki yang disediakan perseorangan.

Menurut Kasi logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sutaryono mengatakan tahun ini dianggarkan sebesar Rp700 juta untuk bantuan air bersih bagi warga yang belum mendapatkan sarana air bersih. Selain itu terdapat juga tujuh armada yang disiapkan untuk mendistribusikan air ke daerah kekeringan.

Menurut pemetaan yang dilakukan BPBD terdapat enam kecamatan yang biasanya langganan droping air, yakni Kecamatan Ngawen, Rongkop, Girisubo, Tepus Gedangsari, dan Panggang.

“Kalau memang ada yang membutuhkan kami langsung melakukan distribusi air bersih,” katanya, Rabu (17/5/2017).