Sudah Ditetapkan Desa Wisata, tapi Tak Ada Kegiatan

Dua wisatawan tampak sedang bersantai di obyek wisata Akar Liar, Kokap, Kulonprogo, Minggu (25/12/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
19 Mei 2017 15:20 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Kulonprogo memiliki sedikitnya 14 desa wisata

 
Harianjogja.com, KULONPROGO-Kulonprogo memiliki sedikitnya 14 desa wisata. Empat di antaranya disebut tidak aktif, yakni Glagah, Pendoworejo, Ngargosari, Krembangan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo Kris Sutanto mengatakan, tiga desa tersebut dinilai tidak aktif karena tidak ada kegiatan-kegiatan seperti desa wisata lainnya.

Sementara Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan yang baru dikukuhkan pada 2016 lalu, belum memiliki kegiatan, walaupun Pokdarwis Goa Kebon Krembangan terhitung sudah cukup aktif.

"Maka kami memotivasi, namun tidak bisa memaksakan, karena perencanaan desa wisata sifatnya bottom-up," kata dia, pada Kamis (18/5/2017).

Ia menjelaskan, tidak aktifnya desa wisata disebabkan desa belum bisa secara optimal menangkap peluang, dan minimnya komitmen lembaga untuk menyikapi akses, atraksi dan ramah tamah.

Terkait hal ini menurut dia, seharusnya seluruh pengurus desa wisata atau Pokdarwis selalu mengevaluasi dan bersedia menerima kritik dari luar, serta mampu menjiwai Sapta Pesona.

Untuk itu, Dispar berusaha untuk selalu memberikan dorongan dan pemahaman kepada desa wisata, misalnya saja bahwa atraksi itu bukan hanya sekadar menampilkan seni budaya, melainkan juga mengoptimalkan potensi goa, curug, kebun teh, kopi, peternakan kambing PE, perikanan, panorama, bahkan aktivitas warga di sawah, sebagai komponen wisata. Langkah lain yang ditempuh adalah memantau data yang diunggah soal desa wisata, termasuk perkembangannya.

"Tapi kembali, semua itu harus dari dia [desa wisata], oleh dan untuk dia. Pihak lain sebagai penyemangat dan turut membantu dari segi penjualan," ungkapnya.