Advertisement
Ratusan Rumah di Kawasan Selatan Gunungkidul Belum Teralisi Listrik
Advertisement
Kondisi georafis yang menyulitkan dan jarak antar pemukiman yang jauh menjadi kendala tersendiri dalam penyediaan listrik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kondisi georafis yang menyulitkan dan jarak antar pemukiman yang jauh menjadi kendala tersendiri dalam penyediaan listrik untuk rumah tangga. Akibatnya di Gunungkidul, khususnya di kawasan selatan masih terdapat ratusan rumah tangga yang belum memiliki aliran listrik.
Advertisement
Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Wonosari, Didik Supriyadi mengatakan berdasarkan data yang dia dapat pada Januri 2017 lalu, masih terdapat sekitar 240 rumah tangga yang belum memiliki aliran listrik. “Mayoritas di daerah selatan seperti Kecamatan Tepus, Girisubo hingga Panggang,” ujarnya, Senin (22/5/2017).
Jauhnya jarak antar pemukiman menjadikan kendala tersendiri bagi perusahaan plat merah itu untuk memasang sambungan listrik. Sehingga kalaupun harus melakukan pemasangan instalasi listrik membutuhkan biaya yang tinggi.
Padahal dalam setiap pemasangan istalasi listrik harus memenuhi syarat investasi, hal itu terkait dengan kebutuhan gawang atau tiang listrik yang diperlukan setiap pelanggan.
“Kalau tidak mencukupi sesuai dengan syarat investasi itu ya akhirnya menggunakan listrik desa atau lisdes melalui pengajuan ke pemerintah. Oleh karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendata kawasan mana saja yang belum teraliri listrik,” kata dia.
Meskipun diketahui masih ada ratusan rumah tangga yang belum teraliri lstrik, namun pertumbuhan pelanggan PLN kata dia terus meningkat. Setiap bulan pertumbuhan pelanggan mencapai 600, dan jika dirata-rata per tahun sekitar 6.000 pelanggan. Dengan tingkat pertumbuhan sebesar itu kini pelanggan PLN sudah mencapai 186.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement





