Daftar Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP, Vivo, Shell
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Rawan Bencana Harus Jadi Sumber Eksplorasi
Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan ada sisi positif di balik potensi rawan terjadi bencana yang mengancam Indonesia.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi rawan bencana menjadikan Indonesia bisa menjadi sumber eksplorasi dan menyimpan potensi sebagai laboratorium bencana di dunia.
"Dari adanya bencana itu justru harusnya bisa menjadi sumber inovasi baru," ujar Sutopo dalam Seminar pembukaan Program Doktor Teknik Sipil FTSP UII, Selasa (23/5/2017).
Di situlah seharusnya, menurut Sutopo, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Sutopo memberikan gambaran ketika terjadi Perang Napoleon di Eropa yang terjadi di tahun 1800-an. Kala itu terjadi letusan Gunung Tambora di Indonesia yang efeknya terasa sampai Eropa. Efek hujan abu dan kerikil yang meluncur hingga daratan Eropa menyebabkan pasukan berkuda Napoleon mengalami kesulitan dalam perjalanan. Dari hal itulah yang lantas menginspirasi adanya penemuan sepeda sebagai pengganti sarana mobilitas berkuda.
Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, penanggulangan bencana dianggap sebagai multidisiplin ilmu. Karenanya, azas dan prinsip dalam penanggulangan bencana ialah berbasis pada ilmu pengetahuan dan profesional serta cepat dan tepat.
Menurut Sutopo, penanggulangan bencana disebut multidisiplin karena sebagian besar bidang ilmu dan cabangnya dapat diterapkan dalam penanggulangan bencana.
"Pendekatan multidisiplin dianggap mampu menyederhanakan persoalan dan memecahkan masalah yang semula dianggap tidak mungkin diselesaikan. Karenanya, penanggulangan bencana jadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi (PT) melalui tri dharmanya," ujarnya.
Sutopo menuturkan, tri dharma perguruan tinggi dapat diterapkan dalam penanggulangan bencana, baik pra bencana, tanggap darurat maupun pada pasca bencana. Untuk itu, pembangunan kapasitas guna penanggulangan bencana di perguruan tinggi sangat diperlukan. Diharapkan pula terjalin saling sinergi, kolaborasi dan tidak tumpang tindih antar perguruan tinggi.
"Namun dalam penanggulangan bencana, iptek modern saja tidak cukup. Yang terbaik ialah memadukan iptek dengan kearifan lokal. Kearifan lokal di sini ialah pengetahuan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang diperoleh dari proses yang panjang untuk beradaptasi dengan fenomena alam atau menyelesaikan persoalan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Wacana peleburan BMKG dan Badan Geologi dinilai bisa memperkuat mitigasi bencana, tetapi regulasi dan anggaran perlu disiapkan.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi parkir melalui penataan titik, evaluasi tarif, turnover kendaraan, dan teknologi digital.
Restorasi Candi Prambanan dipercepat pemerintah. Material asli menjadi tantangan, sementara India berkomitmen mendukung pemugaran seperempat area.