Ini Ciri-Ciri Daging Sapi Gelonggongan

Petugas Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (DPPK) Sleman mengecek kadar air pada daging sapi di Pasar Pakem, Rabu (1/7/2015). (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
29 Mei 2017 10:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Daging sapi gelonggongan diperkirakan masih beredar

Harianjogja.com, BANTUL--Meski pada awal bulan Ramadan kali ini harga daging sapi tidak mengalami kenaikan cukup signifikan, praktik pencampuran daging segar dengan gelonggongan diduga masih terus terjadi. Sejak satu pekan terakhir, harga daging sapi berada di kisaran Rp110.000 perkilogram.

Baca Juga : KOMODITAS PANGAN : Harga Daging Sapi Relatif Stabil, Kenaikan Diprediksi Terjadi Jelang Hari Lebaran

Terkait daging sapi gelonggongan, Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengaku belum mendapatkan laporan tim pemantau. Namun ia berjanji jika memang benar ada peredaran daging gelonggongan, ia akan segera berkoordinasi dengan satuan tugas pangan yang dibentuk oleh Polres Bantul karena termasuk pelanggaran kriminal.

"Kami akan sosialisasikan kepada masyarakat sebagai konsumen untuk tidak membeli bahan pangan termasuk daging dengan iming-iming harga murah," ucapnya, Minggu (28/5/2017).

Guna mengendalikan harga kebutuhan pokok termasuk daging sapi selama Ramadan kali ini, Polres Bantul telah membentuk satgas pangan yang berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tugasnya adalah mengecek adanya kemungkinan penyimpangan dalam distribusi bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan yang berpengaruh pada harga.

"Itulah tugas satgas pangan, jadi menjamin bahwasannya sembako itu sejak dari pusat gudang sampai distributor itu terjamin kesediaan, termasuk kepada masyarakat," ucap Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi.