Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
dokumen
Petasan Bantul mengakibatkan satu orang terluka.
Harianjogja.com, BANTUL -- Merakit sendiri petasan, GN, seorang pelajar asal Dusun Bakalan, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon justru harus jadi korban ledakannya.
Siswa kelas VII salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul kini harus dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul akibat luka parah di pergelangan tangan kirinya.
Menurut penuturan salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya, Senin (29/5/2017), sekitar pukul 11.00 WIB terjadi ledakan di rumah korban. Akibatnya ia dan beberapa warga yang terkejut sontak berhamburan keluar rumah.
“Suaranya mirip bom, keras sekali. Lalu, saya dan beberapa warga mencari siapa yang berani-berani menyalakan petasan di siang hari begini,” katanya saat ditemui di sekitar lokasi kejadian ledakan.
Setelah dicari, barulah ia sadar bahwa sumber ledakan berasal dari rumah GN. Bahkan dari atap dan ventilasi rumah itu, muncul kepulan asap hitam.
Setelah itu, ia dan beberapa warga sontak berupaya memasuki rumah GN itu melalui pintu sisi barat. Namun, saat berada di dalam, mereka tak menjumpai GN. Belakangan, baru diketahui jika GN langsung berlari ke rumah kakeknya yang tak jauh dari lokasi ledakan.
“Hanya ada serpihan kertas saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 359 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mengikuti cek kesehatan gratis dan tes kebugaran selama tiga hari.
Lelang kostum BTS dari halftime show Piala Dunia 2026 menghasilkan miliaran rupiah untuk mendukung program pendidikan global.
Bank Dunia memperkirakan 25–27% perusahaan formal di Indonesia melakukan penghindaran pajak berdasarkan survei terhadap 2.955 perusahaan.
John Herdman menyoroti keseimbangan bertahan dan transisi defensif sebagai kunci Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.