RAMADAN 2017 : Pengunjung Objek Wisata Turun Drastis

Mangunan (Wisnu Wardhana/JIBI - Harian Jogja)
30 Mei 2017 13:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Bulan Ramadan membuat kunjungan wisatawan ke objek wisata di wilayah Bantul turun drastis

Harianjogja.com, BANTUL--Bulan Ramadan membuat kunjungan wisatawan ke objek wisata di wilayah Bantul turun drastis. Hal tersebut diakui oleh pengelola kawasan objek wisata Mangunan-Dlingo dan Parangtritis-Depok.

Ketua koperasi Notowono Dlingo yang mengelola tujuh objek wisata, Purwo Harsono mengatakan puasa memang sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan di kawasan objek wisata Mangunan-Dlingo.

Namun menurutnya, pihak pengelola tidak menetapkan jam kerja khusus atau mengurangi jam operasional obwis, apalagi beberapa obwis yang sifatnya masih embrio atau dalam tahap pembangunan dan pengembangan. "Yang embrio tetap masuk kerja bakti untuk persiapan lebaran," katanya pada Senin (29/5/2017).

Ia mengakui bahwa obwis yang masih embrio memang dikebut untuk dibenahi sehingga siap dikunjungi saat libur Hari Raya Idul Fitri nanti. Tujuannya adalah untuk memecah konsentrasi wisatawan agar tidak terpusat pada satu titik obwis saja sehingga kurang leluasa saat berwisata.

Padahal kawasan Mangunan-Dlingo punya tujuh obwis yaitu Pinus Sari, Seribu Batu, Bukit Pengger, Puncak Becici, Bukit Moko, Bukit Panguk, dan Lintang Sewu. "Bahkan Pinus Sari yang sudah terkenal juga masuk full team karena sedang dikebut untuk membuat taman," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rokhmad Ridwanto. Ia menyebutkan pada Sabtu (27/5/2017) jumlah wisatawan hanya sekitar 1600 orang saja dan pada Minggu (28/5/2017) hanya 2300 orang.

Padahal biasanya, pada akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai dua kali lipatnya. Selain itu, ia mengamati jarang sekali ada wisatawan luar kota, rata-rata pengunjung menggunakan sepeda motor yang bernomor polisi kawasan DIY saja.

Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Jati Bayubroto mengatakan penurunan pengunjung obwis saat Ramadhan adalah hal yang wajar. Menurut pengamatannya, rata-rata obwis akan mengalami 50% pengurangan jumlah pengunjung.

Ia mencontohkan, wisatawan yang datang ke kawasan Parangtritis-Depok biasanya baru akan mulai ramai selepas waktu solat asar untuk melakukan "ngabuburit" di pantai. Yaitu menunggu waktu buka puasa sambil melakukan aktivitas lainnya. "Nanti biasanya setelah matahari terbenam, pantai sudah sepi lagi," katanya.