PETASAN BANTUL : Korban Bertambah, Razia Diharapkan Ditingkatkan

Ilustrasi main petasan (JIBI/Solopos - Dok)
31 Mei 2017 10:22 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Petasan Bantul, jumlah korban terluka bertambah.

Harianjogja.com, BANTUL -- Setidaknya satu lagi anak-anak harus terkapar di rumah sakit akibat letusan petasan. Sebelumnya GN, warga Bakalan, Desa Pendowoharjo, Sewon harus kehilangan tiga jarinya, kali ini giliran BS, bocah kelas IV SD asal Dusun Sewon, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon yang harus dirawat intensif di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=820923">PETASAN BANTUL : Satu Lagi Bocah Jadi Korban

Belajar dari pengalaman ini, Langgeng, ayah korban, berharap pihak berwajib lebih menggalakkan razia terhadap petasan itu. Salah satu staf DPRD Bantul itu menilai, peredaran petasan saat ini semakin meresahkan saja.

Selain mengganggu kenyamanan serta membahayakan pengguna jalan, petasan itu juga membahayakan keselamatan orang yang menyalakannya.

"Apalagi, kebanyakan yang bermain petasan itu kan anak-anak. Jangan sampai ada anak-anak lain lagi yang jadi korban," harapnya, Selasa (30/5/2017).

Menyikapi hal itu, Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariyadi menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah melakukan beberapa upaya, baik preventif maupun represif. Selain memberdayakan Babinkantibmas di masing-masing Desa serta pemasangan spanduk imbauan, pihaknya pun, melalui tim khusus operasional, terus melakukan monitoring di sejumlah titik.

Diakuinya, beberapa titik sudah masuk dalam pemetaan sebagai lokasi yang berpotensi digunakan masyarakat untuk menyalakan petasan. Di antara adalah Ringroad Banguntapan, Manding, Parangtritis, Pasar Seni Gabusan, serta Stadion Sultan Agung.

Pihaknya juga telah beberapa kali melakukan tindakan penertiban di beberapa lokasi tersebut. Hanya saja, sejauh ini penertiban itu masih dilakukannya sebatas preventif saja. “Hanya satu-dua petasan saja yang kami sita,” katanya.