KEBAKARAN BANTUL : Diduga Ada yang Bermain Korek Api, Gudang Barang Bekas Ludes Terbakar

Si jago merah, Senin (5/12/2016) malam, melumat pabrik mebel PT Danao Living di Kuripan, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng). Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera meluncur ke lokasi begitu menerima inforrmasi terbakarnya pabrik yang bergerak dalam pembuatan mebel ekspor dengan kualitas premium tersebut. Akibat kebakaran tersebut, PT Danao Living ditaksir menanggung kerugian yang mencapai miliaran rupiah. (JIBI/Solopos/Antara - Aji Styawan)
31 Mei 2017 04:22 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Kebakaran Bantul terjadi di sebuah gudang busa dan kain bekas.

Harianjogja.com, BANTUL -- Diduga ada yang bermain korek api, gudang busa dan kain bekas di Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Bantul, Selasa (30/5/2017) ludes terbakar. Kendati tak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami Karsilan selaku pemilik gudang itu mencapai Rp25 juta lebih.

Ngatinah, salah satu tetangga mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, dirinya tengah sibuk menyiapkan takjil untuk berbuka puasa. “Saya kaget saat mendengar suara gemuruh dari selatan rumah sana,” katanya saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (30/5/2017).

Merasa penasaran, perempuan berumur 59 tahun itu bergegas keluar rumah untuk memastikan kondisi dari arah suara gemuruh itu. Alangkah terkejutnya, saat itu ia sudah melihat kobaran api melalap tumpukan busa di sisi selatan rumahnya. “Bahkan api saya lihat sudah hampir menyentuh atap gudang. Saya pun sontak meminta tolong,” imbuhnya.

Mendengar teriakan Ngatinah, warga pun segera mengambil air dan menyiramkannya ke arah api. Ditambah dua mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, api pun berhasil dipadamkan sekitar dua jam berselang. “Asap hitam membumbung tinggi diatas atap, cepatnya api membesar karena busa dan kain yang terbakar,” kata Karsilan, pemilik gudang.

Karsilan menambahkan, barang bekas itu merupakan titipan dari rekannya dari Tangerang. Rencananya barang berkas itu dipilah pilah dengan harapan kedepan bisa dimanfaatkan. “Barang itu satu bulan dititipkan, termasuk bangunan juga baru selesia dibangun,” ujarnya.