Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Dua orang pengunjung sedang berfoto di kawasan Situs Purbakala Sokoliman di Desa Bejiharjo, Karangmojo. foto diambil beberapa waktu lalu. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Bangunan cagar budaya kali ini tersebar di Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 52 situs prasejarah tersebar di wilayah Gunungkidul. Di situs-situs ini menyimpan jejak masa lampau yang berbentuk artefak mulai dari pecahan gerabah, tulang manusia, tulang hewan, fragmen logam, manik-manik dan arang hingga peninggalan zaman batu besar.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman, Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayan, Winarsih menyampaikan dari puluhan situs ini, wilayah Sokoliman merupakan tempat yang memiliki peninggalan paling lengkap. Ini lantaran, di lokasi tersebut selain diketemukan benda-benda masa prasejarah, juga dijadikan sebagai museum untuk menyimpan penemuan artefak di sekitar lokasi situs.
“Kalau di lokasi situs awalnya hanya ditemukan lima buah peti kubur batu, tapi setelah dijadikan sebagai penampung jumlah koleksi terus bertambah. Hingga sekarang di Situs Sokoliman terdapat 248 menhir dan 17 kubur batu,” katanya lagi,Senin (18/9/2017).
Menurut dia, selain Situs Sokoliman, ada beberapa lokasi peninggalan masa prasejarah yang mulai dikenal masyarakat. Beberapa situs ini di antaranya Situs Gondang, Desa Ngawis, Karangmojo, Situs Bleberan, Desa Bleberan Karangmojo hingga Goa Braholo yang berlokasi di Desa Petir, Rongkop.
“Semua tempat memiliki peninggalan sendiri-sendiri, misal untuk Goa Braholo dijadikan tempat tinggal oleh manusia purba,” tuturnya.
Tim Ahli cagar budaya Gunungkidul, Wahyu Astuti menerangkan situs sokoliman merupakan kawasan yang digunakan untuk menampung benda prasejarah yang terdapat di beberapa lokasi.
“Lokasi ini dijadikan pusat. Tujuan agar bisa menyelamatkan artefak yang keberadaannya terancam sehingga dikumpulkan menjadi satu di Sokoliman,” katanya.
Menurut dia, Gunungkidul masa purba sudah ditinggali oleh manusia dan hewan seperti babi, banteng dan kerbau. Keberadaan aliran Sungai Oya memegang peranan penting karena menjadi tumpuan hidup peradaban di masa itu. “Tidak salah jika peradaban dibangun di sekitar sumber mata air karena lokasi tersebut sangat strategis untuk bertahan hidup sehingga di sekitar sungai ditemukan beraneka fosil,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
TNI AU menguji pendaratan dan lepas landas dua F-16 serta dua Super Tucano di Tol Paspro untuk menyiapkan landasan alternatif operasi udara.
Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan menghapus unsur kerugian negara. Simak cakupan pidana dalam UNCAC.
Pemerintah menanggung 100% PPN tiket pesawat ekonomi domestik untuk Nataru 2026/2027. Simak periode berlaku dan simulasi diskonnya.
Macron menilai keadaan darurat belum diperlukan di tengah protes besar Prancis. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dan jam malam diberlakukan.
BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di perairan selatan DIY pada 23–26 Oktober 2026. Sejumlah wilayah Jateng juga waspada kekeringan.