Bupati Award 2026: Pasutri Asal Candimulyo Borong Dua Penghargaan
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional akan dilaksanakan pada tanggal Minggu (8/10/2017) di lapangan Kodim 0734/Yka Jl. AM. Sangaji No. 55 Yogyakarta.
Harianjogja.com, JOGJA- Komando Distrik Militter (Kodim) didampingi dengan Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwanto mengadakan acara jumpa pers dalam rangka Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional di RM Minang Ria Jl. Kusumanegara, Jumat (6/10/2017).
Jemparingan merupakan tradisi panahan yang telah ada sejak zaman ratusan tahun silam. Biasanya dimainkan oleh para bangsawan kerajaan dan prajurit kerajaan guna melatih ketajaman konsentrasi mata dalam melesatkan anak panah. Namun semakin berkembangnya zaman tradisi ini mulai dimainkan oleh rakyat biasa sebagai hiburan dan pelestarian budaya yang sangat berharga.
Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-72 dan HUT Kota Jogja ke-261 Kodim 0734/Yka bersama Pemerintah Kota Jogja yang didukung oleh Komunitas Paseduluran Jemparingan Yogyakarta menyelenggarakan Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal Minggu (8/10/2017) di lapangan Kodim 0734/Yka Jl. AM. Sangaji No. 55 Yogyakarta.
Kegiatan ini akan diikuti oleh 350 peserta yang dibagi menjadi 4 kategori yaitu Kategori Anak-anak, Kategori Remaja dan Kategori Umum Putera serta Kategori Umum Puteri.
Komandan Kodim, Letnan Kolonel Rudi Firmansyah mengatakan memanah merupakan budaya Kota Jogjayang harus dilestarikan. “Alhamdulillah sangat tinggi sekali, sangat besar sekali responnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ini bebas pendaftaran alias gratis dan murni dilakukan pemerintah kota, agar lebih tinggi lagi minatnya dan lebih terasa di masyarakat. Fasilitas snack atau makan berusaha disediakan, begitu juga kantin jika ingin menambah.
Adapun tujuan kegiatan ini untuk mengajak seluruh komponen masyarakat dalam melestarikan budaya Yogyakarta dengan pesonanya yang kaya dan memukau. Pihak kodim dan walikota memiliki niat baik untuk melestarikan budaya jemparingan ini. Melibatkan wartawan untuk lebih menyebarluaskan acara ini dan mengembangkan sektor pariwisata di DIY.
“Momentum yang sangat baik, karena di jogja tumbuh klub klub olahraga tradisional, sehingga potensi lestarinya lebih baik” ujar Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Gelombang tinggi hingga 4 meter melanda pantai selatan Cianjur. BPBD meminta nelayan dan wisatawan menjauhi pantai sementara.
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.