Advertisement
Jadi Jujugan, RSUD Sleman Harus Tingkatkan Layanan

Advertisement
Komisi D DPRD Slemen meminta agar pengelola RSUD Sleman bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi D DPRD Slemen meminta agar pengelola RSUD Sleman bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, akses informasi pelayanan yang lebih mudah.
Advertisement
Sekretaris Komisi D DPRD Sleman Arif Kurniawan menilai, secara umum pihaknya layanan rumah sakit pemerintah itu masih perlu ditingkatkan lagi. Apalagi rumah sakit tersebut sebagai PPK Tingkat 2 atau rumah sakit rujukan dari PPK 1.
"Jadi harus bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, " katanya usai kunjungan kerja ke RSUD Sleman, Kamis (2/11/2017).
Dari pengamatan di lapangan, lanjut politisi PAN ini, RSUD Sleman secara kelembagaan sudah dapat menjalankan tugas dengan baik. "Kalaupun ada masih ada beberapa kekurangan secara tekhnis saya kira wajar, " katanya.
Salah satunya, kata Arif, terkait masalah layanan sistem informasi yang bisa diakses masyarakat. Menurutnya, layanan informasi di rumah sakit itu harus dipermudah. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat atau calon pasien dapat mudah mendatkan segala informasi sesuai kebutuhannya.
"Dengan gadget masyarakat seharusnya sudah bisa mengakses tentang ketersediaan kamar, dokter spesialis, jenis penyakit yang bisa ditangani. Ini masih belum dilakukan," katanya.
Selain itu, dia juga mendesak agar sumber daya manusia atau petugas di rumah sakit itu bisa berperan multifungsi. Dalam arti, mereka memahami segala informasi terkait layanan di rumah sakit tersebut. Oleh karenanya, perlu ada pelatihan kapasitas SDM agar lebih mumpuni lagi. "Pegawai harus memiliki kapasitas yang mumpuni," ujarnya.
Arif juga mendesak agar managemen RSUD Sleman dapat menyediakan jumlah paramedis yang memadai. Menurut perhitungannya, saat ini rasio paramedis dengan pasien masih belum ideal. Apalagi dalam APBD 2018 RSUD Sleman dianggarkan Rp78,6 miliar.
"Anggaran sebesar itu memang dialokasikan untuk pengadaan alat-alat kesehatan dan peningkatan infrastruktur. Tetapi, managemen juga harus memerhatikan rasio antara paramedis dan jumlah pasien, " jelas Arif.
Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menilai, saran dan usulan yang disampaikan Komisi D tersebut pada prinsipnya sangat konstruktif. Pihaknya akan menerima masukan tersebut. "Tidak hanya diterima tapi akan kami ditindak lanjuti segera, " ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

LRT Jabodebek Dilengkapi Teknologi Penagkal Kecelakaan, Aman Meski Musim Hujan
Advertisement

Jelang Natal Saatnya Wisata Ziarah ke Goa Maria Tritis di Gunungkidul, Ini Rute dan Sejarahnya
Advertisement
Berita Populer
- Per 1 Desember 2023, Akses Penumpang KA Bandara YIA di Stasiun Tugu Pindah ke Sisi Barat
- 883 Ribu Kendaraan Diperkirakan Masuk Jogja di Libur Nataru, Ini Langkah Dishub DIY
- Modus Korupsi Kasir BUKP di Bantul: Tak Setorkan Angsuran Nasabah hingga Membuat Bank dalam Bank
- Berharap Wisata Jogja di Akhir Tahun Tak Terdampak Hirup Pikuk Kampanye
- Simak Daftar Caleg DPRD DIY 1 untuk Pemilu 2024
Advertisement
Advertisement