Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Pengendara melewati jalan yang berlobang di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Jumat (8/12/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jalan sepanjang Gito Gati Sleman, mulai Sariharjo hingga Denggung dinilai sudah tidak layak
Harianjogja.com, SLEMAN- Jalan sepanjang Gito Gati Sleman, mulai Sariharjo hingga Denggung dinilai sudah tidak layak. Sebabnya, ratusan lobang ditemukan jalan yang berstatus jalan Provinsi tersebut.
Suharyawan, warga Sariharjo Ngaglik menilai, sepanjang jalan Gito Gati mulai dari perempatan Kamdanen, perempatan Grojogan, hingga perempatan Denggung sudah sepantasnya ditingkatkan.
Alasannya, sepanjang jalan tersebut banyak lobang yang membahayakan pengguna jalan. "Terutama kendaraan roda dua. Sudah tidak layak [jalannya]," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (8/12/2017).
Banyaknya lobang di sepanjang jalan tersebut selain dikarenakan faktor usia juga sering dilewati kendaraan berat. Selain itu, hujan yang turun berhari-hari saat badai Cempaka beberapa waktu lalu turut memperparah kerusakan jalan.
"Jalan ini sudah rusak sekitar tiga tahunan tapi perbaikan hanya menambal jalan yang berlobang saja," ujarnya.
Hal senada disampaikan Nurkhalik, warga Sardonoharjo, Ngaglik. Selain Gito Gati, katanya, jalan Kapten Haryadi dari perempatan Kemdanen hingga Jalan Kaliurang juga dipenuhi oleh lobang. Menurutnya, kondisi jalan Kapten Haryadi juga perlu diperbaiki.
"Saking bahayanya, beberapa hari lalu ada warga yang berinisiatif menanami pohon pisang pada lobang itu," katanya.
Hal itu bertujuan untuk mencegah timbulnya kecelakaan. Berdasarkan pantauan Harian Jogja di sepanjang jalan Gito Gati dan Kapten Hariyadi banyak ditemukan lobang yang menganga cukup lebar dan dalam. Beberapa kali pengguna sepeda motor terjeglog lobang tersebut meski tidak sedikit yang berupaya menghindar.
"Bahaya kalau kecelakaan. Apalagi kalau musim hujan. Lobangnya nggak terlihat. Sebenarnya sering juga kasus laka karena jalan ini jalan altenatif tapi ramai dengan kendaraan bermotor," katanya.
Tidak hanya jalan berstatus jalan provinsi, jalan berstatus jalan kabupaten juga banyak berlobang. Seperti di beberapa titik sepanjang jalan Kabupaten. Ada pula jalan berlobang di Selatan Puskesmas Ngemplak I sampai depan SMA Negeri Ngemplak I.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Bambang Sugaib mengakui kerusakan di ruas jalan tersebut. Hanya saja, pihaknya hanya bisa melakukan penambalan pada jalan-jalan yang berlobang. "Ini sesuai kemampuan anggaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Polda Metro Jaya menyelidiki kematian ABK tongkang OB AS Power 7 yang ditemukan tewas di perairan Marunda setelah diduga jatuh ke laut.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta PTN mendirikan UPZ untuk mengoptimalkan zakat sebagai sumber bantuan pendanaan mahasiswa.
BNPB memfokuskan verifikasi 98.986 rumah rusak pascagempa Flores, sementara distribusi logistik telah mencapai 98,39 persen.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.