Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Perbukitan Prambanan dan sungai-sungai kecil perlu diwaspadai
Harianjogja.com, SLEMAN-Ancaman longsor menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman pada puncak musim hujan Januari-Februari 2018 ini. Perbukitan Prambanan dan sungai-sungai kecil perlu diwaspadai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, puncak musim hujan pada bulan ini diperkirakan di atas batas normal. Kondisi itu menjadi perhatian khususnya terkait ancaman bencana longsor di wilayah Prambanan. Termasuk potensi banjir di wilayah Sumberharjo.
"Kami fokus ke Prambanan karena potensi longsor ada. Ini dipicu intensitas hujan yang diperkirakan tinggi," kata Makwan kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/1/2018).
Di wilayah Prambanan, terdapat sekitar 30 Early Warning System (EWS) untuk mengantisipasi bencana longsor. Sayangnya, muncul titik-titik longsor baru yang perlu diwaspadai masyarakat. "Titik-titik longsor baru ini tidak ada EWS-nya. Ini perlu di waspadai seperti yang terjadi di Prambanan saat badai Cempaka kemarin," jelasnya.
Meski begitu, ancaman bencana lain seperti banjir, petir, dan angin kencang juga tetap diwaspadai di semua wilayah. Alasan Makwan, selama beberapa tahun terakhir terjadi perubahan lahan cukup tinggi. Besarnya pembangunam menyebabkan aliran sungai mengalami sedimentasi meski tidak terlalu ekstrem. "Kalau daya tampung sungai berkurang, hujan dengan intensitas tinggi, maka potensi air meluap bisa terjadi," katanya.
Oleh karena itu, BPBD Sleman juga menfokuskan kewaspadaan di sungai-sungai yang tidak berhulu ke Merapi. Misalnya sungai Bedog, Gamping, Kali Denggung, Sleman, Sungai Getas, Turi, dan Sungai Gawe, Prambanan. Adapun Kali Winongo, Gajahwong, dan sungai-sungai yang berhulu ke Merapi dinilai masih aman dari luapan air karena palungnya masih aman. "Pembersihan rumpun bambu ataupun pohon yang berpotensi menghalangi aliran sungai sudah dilakukan," katanya.
Sementara itu Sekda DIY, Gatot Saptadi saat membuka Muskerda PMI DIY mengingatkan seluruh elemen kebencanaan untuk melakukan koordinasi dalam upaya penanggulangan bencana. "Kuncinya komunikasi. Sebelum terjadi bencana semua komunitas, relawan kebencanaan dan BPBD harus sering melakukan komunikasi," ujar Gatot.
Gatot juga meminta agar tidak perlu ada ego sektoral dalam penanganan bencana. Semua elemen diminta dapat bersinergi satu sama lain. Untuk itu, manajemen dan koordinasi kebencanaan harus ditingkatkan kembali. "Masing-masing jangan berjalan sendiri-sendiri. Kami akan tekankan BPBD dapat bekerja dengan efektif dalam penanganan bencana," lanjut Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.
Roberto Mancini gagal membawa Italia menang dalam laga perdananya. Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia di UEFA Nations League.
Debut Zinedine Zidane bersama Prancis berbuah kemenangan 1-0 atas Turki di UEFA Nations League berkat gol Kylian Mbappe.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek tanggal, lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.