PT Angkasa Pura Mengaku Sulit Menempuh Jalan Dialog dengan Penolak Bandara

19 Januari 2018 09:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

ORI berikan sejumlah rekomendasi ke PT Angkasa Pura.

Harianjogja.com, JOGJA--Project Manager New Yogyakarta International Airport (NYIA) Sujiastono mengklaim upaya pendekatan secara dialogis, terhadap 28 kepala keluarga yang masih menolak menyerahkan lahannya, terus saja gagal karena warga memilih menutup diri.

Hal itu ia sampaikan menanggapi salah satu rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY yang mengamanahkan PT Angkasa Pura I harus menempuh pendekatan dialogis bersama pelapor dengan melibatkan multistakeholder serta memperhatikan aspek religius,  budaya, kemanusiaan dan jaminan kesejahteraan serta keberlanjutan sosial ekonomi pelapor untuk menuntaskan masalah land clearing atau pembersihan lahan calon bandara.

Sujiastono mengatakan, PT AP 1 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo membuka ruang musyawarah seluas-luasnya dengan warga penolak. Namun, selama ini penolak memilih menutup diri.

http://m.solopos.com/?p=885861">Baca juga : BANDARA KULONPROGO : Ombudsman Rekomendasikan Land Clearing NYIA Dihentikan Sementara

"Musyawarah tidak akan terjadi kalau warga menutup diri. Kami membuka ruang untuk dialog. Tapi, warga maunya musyawarah dalam konsep pembatalan proyek bandara. Kan itu tidak mungkin, bandara tidak mungkin dibatalkan," katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (18/1/2018).

Oleh karena itu, lanjutnya, musyawarah dengan konsep pembatalan bandara sukar terwujud. Sebab, IPL proyek tersebut sudah inkrah dari Mahkamah Agung (MA). Dengan demikian upaya membatalkan dan menolak bandara sama saja melawan putusan MA.

"Kemudian bandara itu sudah ada keppres, perpres dan inpres. Tidak mungkin batal. Makanya, kalau mau musyawarah dengan konsep pembatalan bandara, ya tidak mungkin," tegasnya.

http://m.solopos.com/?p=884453">Baca juga : BANDARA KULONPROGO : Polisi dan Angkasa Pura Kompak Bantah Temuan Ombudsman

Sedangkan terkait rekomendasi ORI agar land clearing dihentikan, ia mengaku akan mematuhi. Namun, ia mengaku belum membaca salinan rekomendasi ORI secara utuh. Oleh karena itu ia tak tahu penundaan itu mesti dilakukan sampai kapan.

Sujiastono mengaku akan mempelajari kembali rekomendasi yamg diterima. Ia menegaskan, PT AP 1 siap menjalankan rekomendasi, selama hal tersebut tidak menyimpang dari ketentuan yang sudah ada.

"Sepanjang sesuai aturan, tentu akan saya jalankan. Tapi, kalau tidak sesuai aturan, ya tidak akan saya jalankan. Kalau tidak sesuai aturan, rekomendasi apapun itu, tidak akan saya jalankan," tambahnya.