Advertisement
Cuaca Buruk, DIY Paceklik Ikan
Advertisement
Cuaca buruk pasokan ikan bawal dari Pantura sulit.
Harianjogja.com, JOGJA--Produksi perikanan tangkap DIY tengah lesu karena cuaca yang buruk beberapa waktu terakhir. Salah satunya menyebabkan komoditas ikan bawal laut di pasaran sulit ditemui.
Advertisement
"Ada dua jenis ikan bawal laut, bawal hitam dan bawal putih. Kebanyakan yang dikonsumsi masyarakat atau dijual oleh rumah makan itu bawal hitam, karena harganya yang lebih murah dibandingkan bawal hitam," ujar Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Suwarman Partosuwiryo saat ditemui Harianjogja.com di kantornya, Selasa (23/1/2018).
Suwarman mengatakan jenis ikan laut ini merupakan ikan kualitas ekspor. Menurut dia, kebanyakan ikan bawal laut yang dijual di pasaran ukurannya cenderung lebih kecil.
Selain itu, potensi ikan bawal jenis ini lebih banyak di perairan utara Jawa. Sedangkan di perairan selatan Jawa lebih banyak potensi ikan bawal putih yang harganya jauh lebih tinggi. Kendati demikian, memasuki awal tahun ini, potensi komoditas ini di perairan selatan DIY cenderung berkurang dan paling banyak saat ini potensi bawal putih.
"Ikan bawal putih harganya untuk satu kilogram size [isi] dua ekor itu harganya bisa mencapai Rp350.000, beda dengan bawal hitam yang rerata harga tertingginya sampai Rp60.000 per kilogram," ungkap Suwarman.
Terbatasnya pasokan ikan bawal laut yang banyak disuplai dari nelayan di kawasan Pantura, kata Suwarman salah satunya disebabkan adanya peralihan musim. Pasalnya, kini di kawasan Pantura sebagian besar perairan tengah mengalami musim angin barat.
"Jadi kecepatan angin sangat cepat dan menyebabkan gelombang tinggi. Sehingga membahayakan bagi keselamatan pelayaran, dan nelayan jadi tidak berani melaut," papar Suwarman.
Sementara itu, di pasaran harga beberapa komoditas ikan laut juga masih cukup tinggi. Harga ikan tengiri terpantau mahal yaknibdi atas Rp70.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga ikan tuna di pasaran mencapai Rp36.000 per kilogram. "Kalau ikan tengiri memang mahal, karena komoditas unggulan," imbuh Suwarman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Sebanyak 135 Lokasi pada 2026
Advertisement

Jembatan Kaca Seruni Point Perkuat Daya Tarik Wisata di Kawasan Bromo
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul Segmen B Segera Dimulai, Pagu Rp73 Miliar
- Luncurkan SPPG di Tridadi Sleman, Menko Muhaimin Ungkap Efek Berantai Bagi Masyarakat
- Produk UMKM Kota Jogja Diminati Peserta Munas VII APEKSI 2025
- Investasi di Sektor Utara Gunungkidul Bakal Digenjot
- Polisi Menangkap Tiga Pelaku Penganiayaan Ojol Pengantar Makanan di Pintu Masuk UGM
Advertisement