Mahasiswa Teknik Pertanian UGM Gelar Agricultural Engineering Week Kedua

18 Februari 2018 06:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (Permateta) UGM akan memepersembahkan Agricultural Engineering Week (AEW#2).

 

Harianjogja.com, JOGJA- Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Agricultural Engineering Week (AEW) 2018, salahsatu rangkaiannya berupa pameran teknologi pertanian di Jogja National Museum (JNM), Sabtu (17/2/2018).

Para mahasiswa memamerkan sejumlah alat produksi kopi dan kakao serta demo proses produksi kedua jenis komoditas pertanian itu.

Dalam expo itu antara lain memamerkan sejumlah peralatan produksi kopi di lantai satu dan peralatan produksi coklat di lantai dua JNM. Beberapa peralatan itu seperti mesin untuk menghilangkan kulit buah kopi atau huller, lantai jemur kopi untuk proses pengeringan biji kopi, roaster atau alat memasak biji kopi baik skala besar dengan teknologi yang canggih maupun alat skala rumah tangga dengan teknologi sederhana.

Kotak fermentasi buah kakao, alat sangrai coklat, alat menghaluskan bubuk coat, alat untuk memisahkan lemak coklat. Di setiap titik peralatan itu ada petugas dari kalangan mahasiswa yang memberikan penjelasan kepada pengunjung.

Faiz Afnan Nurrahman Ketua Panitia AEW 2018 menjelaskan, rangkaian acara AEW 2018 tersebut untuk melakukan branding jurusan teknik pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian karena masyarakat sering menganggap jurusan tersebut di bawah Fakultas Pertanian.

Dalam pameran itu pihaknya sengaja mengangkat dua komoditas berupa kopi dan kakao, karena di wilayah DIY ada potensi kedua hasil pertanian itu, seperti kopi merapi serta kakao di Gunungkidul dan Kulonprogo.

"Apalagi di Jogja ini banyak kafe yang di dalamnya selalu ada kopi dan coklat, sehingga kami memilih dua komoditas itu karena termasuk paling dekat dengan masyarakat, dimana-mana kopi," terangnya di sela-sela acara di JNM, Sabtu (17/2/2018).

Ia menambahkan, dalam kegiatan itu juga digelar praktik produksi kopi berawal biji yang baru saja dipetik dari pohon kopi hingga jadi produk kopi yang siap diseduh atau dipasarkan.

Sedangkan untuk coklat dipraktikkan dari biji kakao yang sudah selesai difermentasi, mengingat proses fermentasi tergolong lama sehingga tidak dipraktekkan. Biji yang sudah difermentasi langsung diolah melalui berbagai proses hingga menjadi coklat batangan.

"Baik kopi maupun coklat kita demokan, untuk kopi dari yang belum dikupas lalu dikupas baik melalui proses kering maupun basah lalu ada proses penjemuran lalu diroasting, digiling sampai halus," kata dia.

Selain expo dalam rangkaian AEW 2018, kata dia, telah digelar pula lomba mewarnai untuk TK dan SD untuk mengenalkan tentang teknik pertanian. Roadshow dan lomba kemasan produk holtikultura untuk tingkat SMA untuk menginformasikan seputar jurusan Teknik Pertanian.

Kemudian dihelat juga talkshow tentang menemukan passion di kopi yang dianggap tidak hanya sekedar menyeduh lalu diminum tetapi ada banyak kreatifitas yang bisa dikembangkan di dalamnya.

"Jadi kopi tidak hanya sekedar bisa diseduh saja tetapi juga bisa digambar-gambari dengan kreatif sebelum disajikan," ujarnya.