Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Pasar internasional juga masih terbuka untuk produk jamu tradisional
Harianjogja.com, JOGJA-Ribuan orang tumpah ruah menghadiri Festival Jamu di Pasar Ngasem, Jogja, Sabtu (17/2/2018). Festival tersebut dilakukan tidak hanya untuk mendongkrak popularitas produk jamu tetapi juga melestarikan minuman tradisional ini.
Ketua Panitia Festival Jamu Widihasto mengatakan, dalam festival ini disediakan 18 jenis jamu yang gratis disuguhkan untuk pengunjung. Adapun jamu tersebut di antaranya jamu berbahan temulawak, secang, kencur, pahitan, semelak, sehat pria, galian singset, bir pletok, juga jamu terlambat bulan.
"Ada pula jamu tradisional yang populer seperti jamu watukan, serbat, pegalinu, sereh, kunyit asam, uyup-uyup, cabe puyang, wedang tetep, dan gula asam," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (18/2/2018).
Sementara, Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengingatkan, tantangan terbesar jamu tradisional untuk merebut pasar generasi saat ini adalah dalam hal rasa dan kemasan. Berdasarkan data yang dia miliki, saat ini jamu atau obat herbal menjadi pilihan masyarakat modern. "Kami menawarkan produk yang memiliki rasa manis dengan kemasan menarik sehingga mudah dikonsumsi,” kata Irwan.
Sebagai pendukung utama festival ini, kata Irwan, Sido Muncul ikut mendukung upaya Kraton Ngayogyakarta untuk melestarikan jamu, penjual, dan cara pembuatannya. "Saat orang mengalami gejala flu secara otomatis mengonsumsi jamu tolak angin. Ini mengembalikan tradisi masa lalu kalau sakit orang minum jamu," tuturnya.
Dia menjelaskan, selain pasar nasional yang terbuka luas, pasar internasional juga masih terbuka untuk produk jamu tradisional. Ekspor produk jamu Sido Muncul sudah merambah ke lima benua. Paling banyak diminati di Timur Tengah, terutama produk tolak angin, kuku bima, dan tolak linu. Festival Jamu tersebut juga dihadiri oleh Mikha Tembayong yang didaulat menjadi brand ambassador untuk mempromosikan produk terbaru dari Sido Muncul yaitu Tolak Linu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.