Kondisi IPAL Sewon Mengkhawatirkan

20 Februari 2018 07:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pemkot khawatir Ipal Sewon Penuh.

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja terus berupaya menyambung jaringan perpipaan air limbah mulai dari sambungan rumah sampai saluran pembawa air limbah menuju instalasi pengolahan ari limbah (IPAL) di Sewon Bantul. Namun, saat bersamaan Pemerintah Kota Jogja juga khawatir IPAL Sewon sudah penuh.

“Pertama dibangun dulu IPAL Sewon kan hanya untuk menampung 25.000 sambungan rumah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, di Balai Kota Jogja, Senin (19/2/2018).

Data PUPKP Kota Jogja sampai akhir 2017 lalu sudah ada 17.567 yang sudah terlayani sambungan pembuangan air limbah terpusat yang dialirkan ke IPAL Sewon. Data tersebut belum termasuk dari wilayah Sleman dan Bantul. Tahun ini, bahkan PUPKP sudah menganggarkan Rp450 juta untuk melanjutkan layanan sambungan rumah. Selain itu, juga dianggarkan Rp2,47 miliar untuk pembuatan saluran pembawa air limbah di wilayah Suryodningratan dan Sorosutan.

Namun Agus enggan membicarakan lebih jauh soal IPAL Sewon karena bukan kewenangannya. Diketahui IPAL Sewon dibangun melalui hibah dari Pemerintah Jepang dan pengelolaannya kini oleh Pemda DIY. Saat ini, PUPKP fokus melayani sambungan rumah.

Agus mengatakan jumlah 17.567 rumah yang tersambung baru sekitar 21,28% rumah tangga. Sementara 2,66% dilayani IPAL Komunal yang dibangun di 55 lokasi di hampir semua kecamatan, yang sebagian besar di sekitar bantaran sungai. Sementara masih ada sekitar 76 persen rumah tangga yang belum tersambung jaringan IPAL komunal.

“Sebanyak 76 persen rumah tangga [yang belum tersambung IPAL komunal] dilakukan pada lahan masing-masing. Namun kedepan akan dipusatkan juga,” ujar Agus. Renananya, ke depan IPAL komunal juga akan dipusatkan ke IPAL Sewon semua.

Untuk rumah tangga yang masih menggunakan septictank di rumah masing-masing, kata Agus, PUPKP sudah merencanakan untuk melayani pengurasan setiap dua tahun sekali. Pengurasan atau pelumpuran tinja akan dilakukan setelah pendataan semua septictank selesai tahun ini.