Advertisement
Nelayan Pantai Selatan Perlu Tambah Ragam Alat Tangkap
Advertisement
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo mengimbau kepada nelayan untuk dapat meragamkan (diversifikasi) alat tangkap
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo mengimbau kepada nelayan untuk dapat meragamkan (diversifikasi) alat tangkap.
Advertisement
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=794290">NELAYAN KULONPROGO : Pemkab Berharap Nelayan Naik Kelas Pakai Kapal di Atas 10 GT
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulonprogo, Prabowo Sugondo mengatakan, diversifikasi alat tangkap ini bertujuan agar hasil tangkapan ikan lebih dari satu. Sehingga nelayan mendapatkan tambahan pendapatan dari hasil tangkapan mereka.
"Nelayan bisa menangkap selain ikan, misalnya keong atau lobster. Bisa membantu bila hasil tangkapan ikan sepi," kata dia, Senin (19/2/2018).
Kepala DKP Kulonprogo Sudarna menyatakan, selama ini para nelayan Kulonprogo sebagian besar masih menggunakan alat tradisional guna menangkap ikan di kawasan pantai selatan, misalnya jaring dan perangkat penangkapan keong. Selain itu, tercatat masih belum ada nelayan Kulonprogo yang menggunakan cantrang.
"Nelayan yang menggunakan cantrang biasanya memakai kapal di atas lima grosston. Nelayan Kulonprogo menggunakan kapal perahu motor tempel yang sangat kecil, sehingga alat tangkap yang digunakan masih tradisional," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PBB Pastikan Gugurnya TNI di Lebanon Akibat Serangan Tank Israel
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
Advertisement
Advertisement



