Status Jalan di Kulonprogo Beralih, Pembiayaan Lebih Fleksibel
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pengawasan kesehatan penumpang internasional di Bandara Internasional Yogyakarta diperketat untuk mencegah masuknya penyakit menular, termasuk virus Nipah yang tengah menjadi perhatian global. Hingga saat ini, otoritas memastikan belum ada temuan kasus maupun suspect di wilayah DIY.
Langkah pengawasan dilakukan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Yogyakarta dengan memaksimalkan alat pemindai suhu tubuh atau thermal scanner di Bandara Internasional Yogyakarta. Sistem ini bekerja tanpa disadari penumpang sebagai bagian dari prosedur standar operasional.
Pelaksana tugas Kepala BKK Kelas II Yogyakarta, Tatok Redjadi, menjelaskan setiap penumpang yang melintas tetap dalam pemantauan awal melalui alat tersebut.
"Screening awal kita menggunakan thermal scanner. Kita punya alat thermal scanner, jadi setiap penumpang secara tidak langsung, mereka tidak tahu, selalu kita awasi," katanya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, penumpang dengan suhu tubuh tinggi akan langsung ditindaklanjuti petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Jadi pada saat nanti kedapatan ada yang 38 derajat, ya kita panggil, kemudian kita tanyain. Dan setiap penumpang yang dari luar negeri atau mau ke luar negeri pasti ada menggunakan aplikasi SATUSEHAT," tambahnya.
Pemanfaatan aplikasi SATUSEHAT juga menjadi bagian penting dalam pelacakan riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang. Melalui sistem ini, petugas dapat mengetahui asal kedatangan, tujuan perjalanan, hingga riwayat kesehatan sebelum keberangkatan.
Menurut Tatok, hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Yogyakarta. “Alhamdulillah nihil virus Nipah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat risiko penularan relatif terkendali adalah tidak adanya penerbangan langsung dari wilayah terdampak seperti India ke Yogyakarta.
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia. Meski sempat dilaporkan ada infeksi di India, potensi masuknya ke Indonesia dinilai masih rendah karena keterbatasan jalur penerbangan langsung dari negara terdampak, termasuk Bangladesh, ke Yogyakarta.
Dengan sistem pengawasan berlapis ini, otoritas berharap potensi penyebaran penyakit menular melalui pintu masuk internasional dapat ditekan sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kondisi siswa SMPN 6 Boyolali membaik setelah dugaan keracunan MBG. Sebanyak 26 siswa yang sempat absen kini kembali sekolah.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Suporter PSIM Jogja Brajamusti Rantau menyerahkan ambulans untuk Bala Mataram Rescue sebagai wujud dukungan bagi kemanusiaan.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.