Tenang, IPAL Sewon Masih Aman

21 Februari 2018 22:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Pemerintah memperbesar kapasitas penampungan IPAL Sewon.

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengklaim instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Sewon Bantul masih mampu menampung limpahan limbah dari sejumlah wilayah, karena itu tak perlu ada kekhawatiran IPAL tersebut penuh. Selain itu, kapasitas IPAL Sewon juga akan dinaikkan pada tahun ini menjadi 45.000 meter kubik per hari.

Dari data yang dimiliki Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Pisamp), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, realisasi sambungan rumah (SR) yang dibuang ke IPAL Sewon sampai akhir 2017 tercatat sejumlah 23.177. Dengan rincian sebanyak 17.469 SR dari Kota Jogja, 3.092 SR dari Kabupaten Sleman dan 2.616 SR dari Kabupaten Bantul. Realisasi sambungan SR yang sejumlah 23.177 sendiri belum melebihi kapasitas SR di IPAL Sewon yang sebanyak 25.000 SR.

"Enggak usah khawatir. IPAL Sewon masih mampu menampung. Masih cukup," ujar Kepala Balai Pisamp, DPUP-ESDM DIY Kus Pramono melalui sambungan telepon, Selasa (20/2/2018). Pernyataan itu ia sampaikan untuk menanggapi kekhawatiran Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan daya tampung IPAL Sewon. Pemkot Jogja cemas kapasitas pengolahan limbah terpadu itu sudah penuh karena SR dari Kota Pelajar saja sudah terhitung banyak, belum lagi kalau data dari Bantul dan Sleman turut dimasukkan.

http://m.harianjogja.com/?p=895816">Baca juga : Kondisi IPAL Sewon Mengkhawatirkan

Kus menambahkan, pada tahun ini kapasitas IPAL juga akan ditingkatkan. Pada rencana awal, kapasitas IPAL sewon adalah 15.000 meter kubik/hari, tapi nantinya akan dinaikkan jadi 45.000 meter kubik perhari. Peningkatan ini, sambung Kus, dicanangkan setelah Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) DIY melakukan kajian terkait peningkatan kapasitas.

Menurutnya, kajian tersebut sudah selesai dan akan segera ditindaklanjuti dengan menambah aerator dan semacamnya. Namun, ia menyebut peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap dan mesti ada kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemda DIY.

"Optimalisasi ini sebenarnya sudah pernah saya sampaikan ke Kepala Bappeda Kota Jogja [Edy Muhhamad] dan beliau merasa lega karena sempat khawatir IPAL Sewon sudah hampir? penuh. Kalau pindah lokasi juga biayanya besar sekali. Ini aja hibah [dari Pemerintah Jepang]," tambah Kus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY Gatot Saptadi juga menyebut tak perlu ada kekhawatiran IPAL Sewon sudah penuh. Sebab ia mengatakan hingga saat ini SR ke infrastruktur itu masih memungkinkan untuk ditambah. "Masih ada [ruang], kok."

Bantul Paling Sedikit

Dari ketiga wilayah yang menyambungkan SR ke IPAL Sewon, Kabupaten Bantul adalah yang paling sedikit jumlah SR-nya, padahal fasilitas itu ada di wilayah tersebut. Terkait hal itu, Kus menyebut, mungkin penyebabnya karena masalah biaya penyambungan tiap SR cukup besar dan ditanggung oleh pemerintah tingkat dua, bukan oleh konsumen seperti layaknya pada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM).

"Untuk penyambungan SR dan pipa servis jadi tanggung jawab kabupaten dan kota. Sedangkan pipa lateral dan pipa indukĀ  [yang diameter di atas 200 mm] menjadi kewenangan Pemda DIY," ujarnya.