Cari Orang Hilang di Bungker Kaliadem, Tim SAR Dirikan Posko

23 Februari 2018 21:11 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Pencarian korban hilang belum membuahkan hasil.

Harianjogja.com, SLEMAN--Jumlah tim pencari Warsito, warga Paten, Tridadi, Sleman yang hilang di kawasan wisata Kaliadem pada Kamis (22/2/2018) lusa ditambah. Hingga Jumat (23/2/2018) malam korban hilang masih belum ditemukan.

Tim juga mendirikan posko di kawasan Kinahrejo. Posko tersebut kata salah seorang Ketua Ops Posko Operasi (SMC) Hendro Sembodo, didirikan seiring berlanjutnya operasi pencarian Warsito. "Hari ini [Jumat] dari Posko Operasi [SMC] memberangkatkan tujuh SRU [Search and Rescue Unit]," ujarnya kepada Harianjogja.com.

Jika pada Kamis (22/2/2018) lalu jumlah pencari korban hilang yang diturunkan sekitar 30 orang, jumlah tim pencari korban meningkat sekitar 80 orang. Jumlah titik yang disasar juga bertambah. Jika pada Kamis, hanya terbentuk tiga tim dengan tiga titik SRU, pencarian pada Jumatbertambah menjadi tujuh titik (SRU).

Selain di sekitar kanan dan kiri jalur pendakian hingga pos dua Pendakian, tim juga mengitari pencarian sekitar Bunker Kaliadem ke arah utara hingga jalur pendakian. Kawasan bantaran sungai Gendol, dari timur bunker Kaliadem, ke arah utara juga disisir oleh tim.

"Sampai saat ini, pencarian masih belum mendapatkan tanda-tanda dari survivor [korban hilang]," jelasnya.

Seluruh tim diterjunkan sekitar pukul 06.00 pagi. Meski cuaca sedikit hujan, namun semangat tim untuk segera menemukan korban cukup tinggi. Tidak hanya dari kalangan personel SAR dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, tim rescue juga berasal dari Polri, komunitas pelaku wisata Kaliadem, hingga warga setempat baik dari Umbulharjo maupun Kepuharjo.

"Yang menentukan tim SAR. Saya ikut mencari di wilayah Timur Kali Gendol bersama beberapa warga dan relawan. Tapi nihil," kata Kepala Desa Kepuharjo Cangkringan Heri Suprapto kepada Harianjogja.com.

Sejak pencarian Kamis, 10 orang pencari korban hilang tidak menemukan jejak apapun. Tanda-tanda korban juga tidak terlihat di kawasan Petit Opak. Begitu juga dengan 12 personel yang ditugaskan mencari korban di kawasan Curi. Kondisi yang sama juga terlihat di jalur pencarian pendakian Kinahrejo hingga Srimanganti.

Diperluas
Hendro menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi tim berencana meningkatkan operasional pencarian. Selama 3 x 24 jam (mulai Jumat), apabila belum mendapatkan hasil, operasi akan dievaluasi dan kemungkinan dilanjutkan 4 x 24 jam berikutnya.

Hambatan terbesar yang dihadapi adalah hujan dan vegetasi yang lebat. Selain itu,  minimnya tanda-tanda dari korban hilang semakin menyulitkan untuk menemukannya. Padahal dari segi peralatan relawan sudah memadai. "Untuk peralatan sudah memadai mas, utk operasional pencarian gunung," ujarnya.