KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
DIY akan mengawali musim kemarau pada dasarian III April (20-30 April)
Harianjogja.com, SLEMAN-Dalam beberapa hari terakhir cuaca panas melanda wilayah DIY. Kondisi tersebut bukan berarti musim kemarau tiba.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, musim kemarau di wilayah DIY baru dimulai April mendatang. Panas yang terjadi saat ini dikarenakan posisi matahari masih dekat dengan wilayah Jawa.
"Kondisi menjadi penyebab panas di pagi sampai siang hari. Bahkan malam hari," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (1/3/2018).
Kondisi ini juga berdampak pada pertumbuhan awan-awan konvektif jenis kumulonimbus (CB) sehingga perlu diwaspadai hujan akibat awan ini. "Khususnya di DIY bagian utara seperti Sleman akan banyak terbentuk awan CB terutama sejak siang hingga menjelang sore," jelasnya.
Kamis kemarin, sekitar pukul 13.15 WIB BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi terjadi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang di Sleman utara (Turi, Pakem, Cangkringan), Kulonprogo utara (Girimulyo), Gunungkidul tengah (Wonosari, Paliyan) dan dapat meluas ke wilayah Sleman lainnya (Tempel, Seyegan, Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak), Kulonprogo (Kalibawang, Samigaluh, Kokap, Pengasih) serta Gunungkidul barat (Purwosari, Panggang, Paliyan)
Djoko menambahkan, DIY akan mengawali musim kemarau pada dasarian III April (20-30 April) hingga Mei dasarian II (10-20 Mei). Kulonprogo, Bantul dan sebagian wilayah Gunungkidul akan mengalami kemarau pertama disusul Sleman dan Jogja.
"Maret ini masih masuk kategori musim hujan. Hujan bulanan di Maret berkisar antara 150-300 mm per bulan. Ini sudah mengalami penurunan dibandingkan Februari yang mencapai 400 mm per bulan," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan, beberapa hari terakhir cuaca di Sleman hanya berawan dan cenderung kondusif. “Belum ada laporan kejadian pohon tumbang atau apa, karena memang belum ada hujan,” kata dia.
Meski begitu, lembaganya tetap waspada dan menyiagakan personel selama 24 jam. Sejumlah relawan yang tergabung dalam komunitas relawan Sleman juga siap bergerak jika tiba-tiba muncul bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.